⌂ Beranda News Menpora Bentuk Tim Koordinasi PON 2028: Tak Perlu Bangun Venue Baru

Menpora Bentuk Tim Koordinasi PON 2028: Tak Perlu Bangun Venue Baru

Menpora Bentuk Tim Koordinasi PON 2028: Tak Perlu Bangun Venue Baru
Ilustrasi: Menpora Bentuk Tim Koordinasi PON 2028: Tak Perlu Bangun Venue Baru
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membentuk tim koordinasi untuk mempersiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu fokus utama tim adalah memetakan venue yang sudah ada sehingga tidak perlu membangun fasilitas olahraga baru.

>>> Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Nomor HP Baru Wajib Rekam Wajah

Keputusan itu diambil setelah Erick menggelar pertemuan dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara R.

Narendra Jatna, serta Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pangan Susilo Widhyantoro di Kantor Kemenpora, Rabu (1/7/2026).

Tim koordinasi nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan kesiapan pendanaan, venue, hingga cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028.

in2

Tak Bangun Venue Baru

Erick menegaskan penyelenggaraan PON 2028 tidak boleh mengulangi pola lama dengan membangun banyak venue baru yang akhirnya terbengkalai.

"Selama ini sudah banyak venue yang dibangun untuk PON, tetapi setelah ajang selesai justru tidak dimanfaatkan sehingga menjadi pemborosan.

Bahkan di berbagai daerah masih banyak venue yang terbengkalai dan tidak dapat digunakan lagi," ujarnya.

Karena itu, pemerintah ingin memaksimalkan fasilitas olahraga yang sudah tersedia di daerah penyelenggara.

Selain soal infrastruktur, Erick juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan olahraga nasional.

"Selain itu, kita juga harus memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga nasional. Baik KONI, Kemenpora, maupun pemerintah memiliki harapan yang sama agar pembinaan olahraga berjalan berkesinambungan," katanya.

Menurut Erick, prestasi atlet di tingkat nasional harus terhubung dengan target di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

"Indonesia harus memiliki roadmap pembinaan prestasi yang jelas, mulai dari atlet hingga seluruh ekosistem pendukungnya," ujar Erick.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru