⌂ Beranda News InJourney Airports Targetkan Pengembangan Bandara Minangkabau Rampung Kuartal I 2027

InJourney Airports Targetkan Pengembangan Bandara Minangkabau Rampung Kuartal I 2027

InJourney Airports Targetkan Pengembangan Bandara Minangkabau Rampung Kuartal I 2027
Ilustrasi pengembangan terminal Bandara Internasional Minangkabau
A A Ukuran Teks16px

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menargetkan proyek pengembangan terminal Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang, Sumatra Barat, rampung pada kuartal I 2027.

Pengembangan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung penumpang sekaligus memperbarui estetika bangunan dengan sentuhan kebudayaan Minang.

>>> Kemdiktisaintek Buka Pendaftaran Beasiswa Doktor Dosen 2026

Proyek infrastruktur senilai Rp553 miliar ini akan memperluas area terminal dari 20.568 meter persegi menjadi 49.450 meter persegi.

Dengan perluasan tersebut, daya tampung terminal diproyeksikan melonjak dari 2,7 juta penumpang menjadi 5,7 juta penumpang per tahun.

"Jadi total menjadi 5,7 juta penumpang, kalau dibandingkan dengan yang sebelumnya, itu hampir dua kali lipat, luasannya," ujar Dony Subardono, General Manager Bandara Internasional Minangkabau.

in2

Fokus Pengembangan dan Sentuhan Budaya

Pengerjaan fisik difokuskan pada perluasan zona kedatangan domestik dan internasional, boarding lounge, area komersial, hingga pembenahan lanskap.

Terdapat empat pilar utama dalam proyek ini, termasuk transformasi visual interior yang mengadopsi motif tradisional ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.

"Kita lebih mengedepankan kepada hiasannya, bahwa sentuhan khas Indonesia, sentuhan khas Minang, yang sangat otentik, itu yang nanti akan diponjolkan," ucap Dony.

>>> 10 Saham Net Sell Asing Terbesar Pekan Ini Saat IHSG Menguat

Fokus berikutnya mencakup peremajaan fasilitas ruang tunggu, pembenahan toilet standar global yang ramah disabilitas, manajemen alur penumpang di area check-in, serta penyediaan ruang terbuka hijau dalam terminal.

Langkah penataan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kenyamanan sekaligus mempromosikan kebudayaan lokal.

"Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat," kata Dony.

Manajemen memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional penerbangan di bandara tetap berjalan normal selama masa konstruksi.

Tahapan pengerjaan berat disiasati pada jam-jam sepi penerbangan atau malam hari dengan pembatasan area kerja yang ketat.

>>> PB PGRI Desak Penguatan Persatuan Guru di Tengah Isu Dualisme Organisasi

"Setelah beautifikasi, Bandara Internasional Minangkabau hadir dengan wajah lebih segar untuk siap menyambut pertumbuhan arus wisatawan dan mendukung kemajuan sektor ekonomi serta pariwisata di Sumatra Barat secara berkelanjutan," tutup Dony.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru