⌂ Beranda News Tatanan Dunia Pasca Perang Dunia II Mendekati Akhir Usia

Tatanan Dunia Pasca Perang Dunia II Mendekati Akhir Usia

Tatanan Dunia Pasca Perang Dunia II Mendekati Akhir Usia
Ilustrasi tatanan dunia yang retak
A A Ukuran Teks16px

Menurut dia, Amerika Serikat tengah mencoba membentuk dunia yang didominasi negara-negara besar—semacam direktorat global bersama Rusia dan China—yang membagi dunia ke dalam wilayah pengaruh masing-masing.

Akibatnya, peran hukum internasional dan lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa semakin tergerus oleh tindakan sepihak AS, China, dan Rusia, meski masing-masing punya motif dan tujuan yang berbeda.

Marc Saxer menyebut hasil perkembangan ini sebagai "dunia serigala" (Wolfswelt): sebuah dunia ketika hukum pihak yang lebih kuat mengalahkan kekuatan hukum itu sendiri.

Perlawanan Poros Tengah

Sebagian besar negara di dunia tentu tidak berkepentingan menghidupkan kembali imperialisme. Kleine-Brockhoff melihat setidaknya tiga pola respons.

Jepang, yang berada di dekat kebangkitan kekuatan China dan memiliki sedikit mitra dengan pandangan serupa di kawasan Indo-Pasifik, tidak memiliki banyak pilihan selain mempererat kerja sama dengan Amerika Serikat.

Eropa memilih jalur lain: memperkuat diri secara ekonomi dan militer. Dalam masa transisi ini, Eropa tetap berusaha mempertahankan hubungan dengan Amerika selama mungkin, sambil membangun kemandirian.

in2

Model ketiga datang dari gagasan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia Davos 2026.

Dia mengusulkan koalisi tandingan, semacam poros tengah.

"Tatanan lama tidak akan kembali. Kita tidak seharusnya meratapinya.

Nostalgia bukanlah strategi. Dari keruntuhan ini, kita dapat membangun sesuatu yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih adil.

Itulah tugas negara-negara menengah," kata Carney.

Menegosiasikan Tatanan Dunia Multipolar

Saxer memiliki pandangan yang sejalan dengan Carney.

Menurutnya, perubahan sejarah saat ini berbeda karena untuk pertama kalinya selama berabad-abad, negara-negara non-Barat akan ikut menentukan bentuk tatanan dunia berikutnya.

Di masa depan, tatanan dunia tidak lagi identik dengan proses westernisasi.

>>> Donald Trump Resmikan Air Force One Baru Hadiah dari Qatar

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru