Persis Solo memulai era baru dengan menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala. Juru taktik berusia 45 tahun itu diperkenalkan pada Senin (15/6/2026).
Ricky Nelson mengemban misi besar: membawa Laskar Sambernyawa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Target itu muncul setelah Persis Solo terdegradasi pada musim lalu.
>>> Ragunan Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Jelang Libur Sekolah
Pelatih asal Indonesia itu menekankan pentingnya kekompakan seluruh elemen klub. Dukungan suporter menjadi pilar krusial dalam mengarungi Championship 2026/2027.
"Tentu saja ini dapat digapai namun jangan sampai kita terpecah belah. Kita harus tetap yakin, tetap bersatu, tetap memberikan dukungan yang positif untuk klub ini," ujar Ricky Nelson.
Ia juga menyadari kritik dari pendukung adalah hal wajar. Namun, ia berharap semua masukan bersifat konstruktif demi kemajuan tim.
"Saya berharap semua suporter, apapun perbedaan kita, mari kita satukan hati dan pikiran. Sekarang kita harus melihat ke depan dan bersatu untuk kembalikan Persis ke Super League," tambahnya.
>>> Trump Kuras Air Kolam Refleksi Monumen Lincoln Akibat Dugaan Vandalisme
Manajemen dan Pemain Wajib Bekerja Keras
Tuntutan profesionalisme tidak hanya untuk suporter, tetapi juga manajemen dan pemain. Semua pihak diminta fokus pada tanggung jawab masing-masing.
Mantan asisten pelatih Persija Jakarta itu meminta kesamaan visi dari setiap lini.
"Saya yakin dengan kemampuan yang saya miliki dan dengan kebersamaan yang kita miliki, itu akan bisa terwujud untuk bersama-sama Persis dapat menuju ke Super League," katanya.
>>> Komunitas Mercedes-Benz W212 Club Indonesia Rayakan Satu Dekade di Jakarta
Kompetisi Championship 2026/2027 dijadwalkan bergulir mulai 18 September 2026. Persis Solo memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mematangkan strategi.