Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI) menggelar perayaan satu dekade perjalanan mereka dengan tajuk "1 Decade: Above & Beyond" di Lippo Mall Kemang, Jakarta, pada Sabtu (20/6/2026).
Acara ini menjadi penanda kuatnya eksistensi perkumpulan yang tidak hanya fokus pada otomotif, tetapi juga sebagai wadah kebersamaan dan jejaring sosial para anggotanya.
>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ao Tanaka Starter Hadapi Tunisia di Piala Dunia 2026
Sejak berdiri pada 2016, MBW212CI telah menjadi salah satu komunitas Mercedes-Benz paling dinamis di Indonesia.
Perayaan tersebut dihadiri mantan Ketua Umum PP IMI, jajaran pengurus MB Club INA, pemimpin klub regional, dan anggota dari berbagai daerah.
Saat ini MBW212CI memiliki sekitar 200 anggota yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Komunitas ini lebih mengutamakan kualitas hubungan dan kesamaan karakter daripada kuantitas anggota.
"Kita membangun klub ini supaya ada feel-nya, sehingga kita tidak agresif untuk merekrut anggota, tapi kita agresif merekrut anggota keluarga," ujar Afiansyah Harahap, Presiden MBW212CI.
Syarat utama bergabung adalah kepemilikan unit Mercedes-Benz W212. Namun, proses penyaringan anggota baru tetap melihat keselarasan karakter melalui serangkaian pertemuan santai sebelum diresmikan.
Pembalap nasional sekaligus Dewan Pembina MBW212CI, Tomi Hadi, menegaskan bahwa visi klub ke depan akan terus berpijak pada kualitas hubungan personal antarmember.
"Jadi lebih ke kualitaslah kira-kira gitu. Kualitas kita bergabung di sini.
Sesama lebih ke kekeluargaan, ada charity-nya, ada touring-nya, ada family gathering-nya," kata Tomi.
Sebagai perkumpulan pencinta kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE), MBW212CI memandang kehadiran kendaraan listrik (EV) sebagai lompatan teknologi yang wajar dan bukan ancaman.
Anggota masih melihat Mercedes-Benz W212 sebagai mobil hobi yang menyimpan nilai sentimental dan sejarah personal tinggi.
"Mobil listrik itu adalah kebutuhan kita untuk mengejar teknologi.
Itu jadi satu keperluan, tapi 212, mobil kita bilang mobil bensinlah kasarnya itu, itu lebih kepada pribadinya, self-ownership-nya, ada historisnya.
Namanya juga hobi kan ya.