Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyatakan bahwa komunitas otomotif kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional.
Menurutnya, aktivitas komunitas mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global.
>>> OJK: Arah Revisi Rencana Bisnis Bank 2026 Terlihat Juli
Bamsoet menjelaskan, perlambatan perdagangan internasional dan gejolak geopolitik tidak menghalangi komunitas otomotif untuk menciptakan peluang usaha baru.
Peluang tersebut melibatkan pelaku UMKM, industri komponen, modifikasi, after market, pariwisata, hingga ekonomi digital.
Industri otomotif Indonesia tercatat menyumbang sekitar 1,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III 2025.
Sektor ini menempati posisi empat besar industri pengolahan nasional dengan investasi mencapai Rp 174 triliun dan menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja langsung.
"Komunitas otomotif hari ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional.
Di balik setiap kegiatan komunitas terdapat perputaran ekonomi yang melibatkan UMKM, industri kreatif, bengkel, produsen aksesori, sektor pariwisata hingga pelaku usaha kuliner.
Inilah bukti bahwa hobi dapat melahirkan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Bamsoet saat menghadiri HUT Satu Dekade Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI) di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (19/6) malam.
Ia juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan klub tersebut.
>>> Komunitas Mercedes-Benz W212 Club Indonesia Rayakan Satu Dekade Kiprah Otomotif
Bamsoet menyoroti sektor after market atau industri suku cadang dan aksesori kendaraan sebagai salah satu yang paling merasakan manfaat pertumbuhan komunitas otomotif.
Di tengah perlambatan penjualan kendaraan baru, pasar after market tetap kuat karena didorong kebutuhan perawatan, modifikasi, dan personalisasi kendaraan.
"Pasar after market merupakan bukti nyata bagaimana komunitas otomotif menggerakkan ekonomi.
Semakin aktif komunitas, semakin besar pula kebutuhan terhadap komponen, aksesori, jasa modifikasi, perawatan kendaraan, hingga produk-produk kreatif yang mendukung gaya hidup otomotif," tutur Bamsoet.
Ketua Umum PERIKHSA dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, komunitas otomotif juga berperan strategis dalam memperkuat ekonomi daerah melalui kegiatan touring.
Ribuan anggota yang melakukan perjalanan lintas provinsi secara rutin memberikan dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, konsumsi produk lokal, dan promosi destinasi wisata.
Di era digital, setiap perjalanan komunitas menjadi sarana promosi gratis melalui media sosial yang menjangkau jutaan pengguna internet.
"Ketika ribuan anggota komunitas melakukan touring ke suatu daerah, sesungguhnya mereka sedang menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar.
>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ao Tanaka Starter Hadapi Tunisia di Piala Dunia 2026
Hotel terisi, restoran ramai, UMKM memperoleh pelanggan baru, dan destinasi wisata mendapatkan promosi secara masif melalui media sosial para peserta," pungkas Bamsoet.