PT Toyota Astra Motor (TAM) menyatakan optimismenya bahwa kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) masih akan diminati konsumen Indonesia.
Head of Public Relation & Motorsport TAM, Philardi Sobari, mengatakan segmen LCGC memiliki karakter konsumen yang sangat mempertimbangkan keterjangkauan.
Aspek tersebut mencakup harga kendaraan, besaran DP, cicilan bulanan, biaya operasional, biaya kepemilikan jangka panjang, hingga harga jual kembali.
Philardi mengakui faktor ekonomi yang penuh tantangan saat ini memengaruhi penurunan penjualan LCGC.
"Kami masih melihat segmen LCGC memiliki potensi sampai akhir tahun, meskipun tantangannya tentu akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kondisi ekonomi, daya beli, suku bunga, dan kepercayaan konsumen," ujarnya kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).
Relevansi LCGC dinilai tidak hilang karena penjualan Toyota Agya dan Calya justru menunjukkan pertumbuhan positif.
"Toyota Calya tumbuh sekitar 12,5%, sementara Toyota Agya tumbuh sekitar 2,3% pada Januari-Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Philardi.
Strategi Toyota Jaga Relevansi LCGC
Langkah strategis Toyota ke depan berfokus menjaga produk LCGC tetap sesuai kebutuhan pelanggan melalui pendekatan komprehensif.
Strategi tersebut dimulai dari kesiapan produk, program penjualan, dukungan pembiayaan bersama mitra finansial, fasilitas trade-in, layanan purna jual, hingga kemudahan akses jaringan dealer.
"Hal ini sangat penting bagi konsumen entry level, karena keputusan pembelian tidak hanya ditentukan oleh harga kendaraan, tetapi juga oleh DP, cicilan bulanan, tenor, biaya perawatan, efisiensi bahan bakar, serta peace of mind selama kepemilikan," ucap Philardi.
Toyota bersama value chain financing berupaya menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan tetap memperhatikan kemampuan finansial mereka.
"Kami melihat pendekatan ini penting untuk menjaga agar model-model LCGC seperti Agya dan Calya tetap dapat menjadi solusi mobilitas yang accessible, reliable, dan tepat sasaran bagi masyarakat Indonesia," kata Philardi.