Pemadaman listrik bergilir tanpa pemberitahuan awal oleh PT PLN (Persero) di wilayah Pasuruan selama sepekan terakhir hingga Minggu (21/6/2026) menyebabkan kerugian besar bagi sektor ekonomi rakyat kecil.
Penghentian arus listrik secara mendadak membuat bahan baku mentah yang dibekukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) makanan dan minuman (mamin) menjadi rusak dan membusuk.
>>> Polres Serang Gelar Lomba Mancing Mania di Danau Puspemkab Serang
Salah satu pelaku UMKM mamin di Pasuruan, Wulan, terpaksa membuang stok makanan segarnya karena mesin pendingin mati saat jam ramai pembeli.
"Pemadamannya kan lama. Sehingga stok-stok di freezer itu jadi basi," ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Sektor Kreatif Juga Terdampak
Keluhan juga datang dari pekerja digital printing di Pasuruan yang kewalahan memenuhi target waktu pengerjaan akibat ketiadaan daya listrik pada momen krusial.
"Kalau nggak ada listrik yang nggak kerja," ujar seorang pekerja digital printing.
>>> Aktor Giancarlo Esposito Masuk Islam di Arab Saudi
Kritik tajam dari masyarakat bermunculan di media sosial. Mereka menilai kebijakan sepihak PLN telah mencederai rasa keadilan tanpa adanya kompensasi kerugian.
"Pelanggan telat bayar sehari saja langsung diputus tanpa ampun. Giliran pemadaman berjam-jam tanpa informasi dan seenaknya," komentar mayoritas netizen.
Menanggapi situasi ini, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf resmi atas gangguan yang meluas hingga Malang Raya, Surabaya, dan Gresik.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim, Dana Puspita Sari, melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa pihaknya sedang melaksanakan pekerjaan penguatan sistem kelistrikan.
>>> Toyota Optimistis LCGC Tetap Relevan di Tengah Tantangan Ekonomi
"Untuk mendukung pekerjaan tersebut, diperlukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas di beberapa lokasi terdampak selama proses pekerjaan berlangsung," jelasnya.