Sosok anonim pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, dilaporkan mengendalikan sekitar 1,09 juta hingga 1,1 juta Bitcoin (BTC).
Berdasarkan data on-chain per Juni 2026, aset tersebut bernilai hampir 72 miliar dolar AS atau setara Rp1.282 triliun.
>>> Polisi Tahan Selebgram Adam Deni Terkait Perusakan Ruko di Cilincing
Jumlah kepemilikan itu setara dengan 5,5 persen dari total pasokan maksimal 21 juta BTC yang beredar di seluruh dunia.
Analisis forensik kriptografi dari peneliti blockchain Sergio Demian Lerner mendeteksi kepemilikan ini melalui Pola Patoshi.
Pola tersebut merupakan anomali tanda tangan penambangan berkecepatan tinggi yang mendominasi 50.000 blok pertama sejak Blok Genesis pada 3 Januari 2009.
Data Arkham Intelligence menunjukkan aset raksasa ini tersebar di sekitar 22.000 alamat dompet berbeda.
Seluruh alamat tersebut tidak pernah mencatat transaksi keluar selama lebih dari 15 tahun sejak Satoshi meninggalkan proyek pada akhir tahun 2010.
Dominasi Melampaui Institusi Global
Dominasi Satoshi melampaui gabungan institusi raksasa global seperti bursa kripto Coinbase yang memegang 970.000 BTC.
Perusahaan publik Strategy milik Michael Saylor memiliki 847.000 BTC, sementara ETF Bitcoin spot BlackRock (IBIT) mengelola 811.291 BTC per 18 Juni 2026.
Kendati pasar kripto sedang mengalami tren penurunan volume perdagangan, harga Bitcoin sempat merangkak naik ke posisi 63.880,92 dolar AS.
Ethereum berada di 1.731,60 dolar AS, dan Solana menguat 4,01 persen berdasarkan laporan pluang. com.
Di pasar modal, Strategy (MSTR) menjadi satu-satunya instrumen treasury yang performa harga tahun berjalan (YTD) minus 25,94 persen.
>>> Harry Maguire Temui Penggemar di New York Usai Dicoret Tuchel
Angka itu lebih baik daripada penurunan performa Bitcoin murni yang jatuh di angka minus 28,13 persen.
Dalam sejarah jaringan, Satoshi hanya tercatat melakukan dua kali pengiriman Bitcoin, termasuk transaksi terakhir sekitar 16 tahun lalu kepada pengembang Mike Hearn.
"Hai Satoshi, saya telah mengirimkan 32,51 koin kepada Anda," tulis Hearn pada 18 April 2009.