⌂ Beranda News Pemerintah Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond

Pemerintah Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond

Pemerintah Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond
Menteri Keuangan Indonesia bertemu otoritas China membahas Panda Bond
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Indonesia memastikan dukungan kuat dari otoritas China, termasuk People's Bank of China (PBOC), untuk rencana penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China.

Kepastian itu diperoleh setelah jajaran Kementerian Keuangan melakukan pertemuan strategis di Beijing, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Minggu (21/6/2026).

>>> Harry Maguire Jual Album Panini di New York Usai Dicoret Timnas Inggris

"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People's Bank of China, dan juga para investor di sini.

Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ujar Purbaya dalam keterangan resmi.

Langkah ini merupakan bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional agar Indonesia tidak bergantung pada satu mata uang tertentu.

Otoritas moneter China juga berkomitmen mempercepat proses perizinan begitu dokumen resmi diajukan.

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan.

Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," katanya.

Akses ke pasar keuangan baru ini sekaligus memperkuat implementasi kerja sama transaksi mata uang lokal yang telah berjalan antara kedua negara.

Purbaya menilai komitmen tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

"Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja.

>>> Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah Penas Petani Nelayan XVIII 2029

Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China," ujarnya.

Kondisi fundamental ekonomi nasional diklaim tetap kokoh di tengah gejolak global saat ini. Pemerintah juga terus memperbaiki berbagai kendala investasi sesuai arahan Presiden demi kenyamanan penanam modal.

"Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat," ungkapnya.

Dalam upaya memperluas akses pembiayaan, Indonesia tetap memegang prinsip non-alignment atau bebas aktif.

Pemerintah terus membuka kesempatan kemitraan ekonomi dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, hingga kawasan Eropa.

"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah.

Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," katanya.

Kerja sama dengan berbagai mitra strategis global diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan nasional secara berkelanjutan.

"Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik.

>>> AC Milan Incar Morten Hjulmand untuk Perkuat Lini Tengah

China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," pungkasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru