⌂ Beranda News AS dan Iran Mulai Perundingan Damai di Swiss, Isu Selat Hormuz Mengemuka

AS dan Iran Mulai Perundingan Damai di Swiss, Isu Selat Hormuz Mengemuka

AS dan Iran Mulai Perundingan Damai di Swiss, Isu Selat Hormuz Mengemuka
Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran dalam perundingan damai di Swiss
A A Ukuran Teks16px

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, telah tiba di Swiss pada Minggu (21/6/2026) untuk memulai perundingan damai dengan delegasi Iran.

Langkah diplomatik ini diambil sebagai upaya mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung hampir empat bulan.

>>> Francesco Bagnaia Menangi Sprint Race MotoGP Ceko 2026 di Brno

Proses negosiasi didukung oleh kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari yang sebelumnya telah disetujui kedua belah pihak.

Namun, situasi di lapangan menjadi lebih kompleks setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026) sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Militer AS melaporkan bahwa pelayaran komersial di jalur energi tersebut masih berjalan normal.

Harapan dari Kedua Belah Pihak

Sebelum bertolak dari Maryland, Vance menyatakan harapannya agar dialog ini membuahkan hasil nyata bagi stabilitas kawasan.

"Saya berharap kami dapat mencapai kemajuan dalam isu nuklir dan juga kemajuan terkait gencatan senjata di Lebanon," kata Vance kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa rangkaian pertemuan intensif diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di resor pegunungan Buergenstock.

Di sisi lain, perwakilan Iran menunjukkan sikap terbelah terkait implementasi poin-poin kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan.

>>> Kemnaker Revisi Aturan Outsourcing, Hanya Empat Jenis Pekerjaan yang Diperbolehkan

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, melontarkan kritik keras terhadap komitmen Amerika Serikat dalam perjanjian gencatan senjata.

"Selama perjanjian itu hanya berada di atas kertas, aliran energi dari Timur Tengah akan tetap terhenti," ujar Mokhber.

Sikap lebih terbuka ditunjukkan oleh Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad terkait prospek kerja sama ekonomi jika ketegangan mereda.

"Jika negara-negara Barat mematuhi semangat perjanjian tersebut, Iran siap membuka ratusan peluang investasi dan berbagai skema kontrak baru di sektor energi," kata Paknejad.

Delegasi AS dalam perundingan ini turut diperkuat oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Sementara itu, delegasi tingkat tinggi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

>>> Pemerintah Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Panda Bond

Mereka didampingi oleh PM Pakistan Shehbaz Sharif serta Panglima Angkatan Darat Jenderal Syed Asim Munir sebagai mediator.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru