PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan studi kelayakan untuk perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus menuju Serpong, Tangerang Selatan, rampung pada akhir tahun 2026.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyatakan bahwa meskipun kajian kelayakan ditargetkan selesai akhir tahun ini, proses konstruksi fisik belum dapat segera dimulai pada tahun berikutnya.
>>> MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Ada Catatan Transparansi
Masih terdapat serangkaian tahapan prosedural yang harus dipenuhi setelah hasil studi kelayakan keluar. Tahapan ini meliputi pembahasan aspek kelembagaan, penentuan skema finansial, hingga penyusunan desain teknis yang terperinci.
Penyusunan uji kelayakan untuk perluasan rute menuju Tangerang Selatan ini merupakan hasil kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan perusahaan pengembang Sinar Mas Land.
>>> El Nino Diprediksi Dongkrak Inflasi Nasional Hingga 4,5% Akhir 2026
Kementerian Perhubungan menyambut baik inisiatif ini. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap perluasan jalur MRT ini.
>>> Warga dan Pejabat Banjiri Rumah Jokowi di Solo untuk Ucapkan Ultah ke-65
Allan menambahkan bahwa potensi jumlah pengguna transportasi massal di koridor tersebut sangat besar, sehingga perluasan jalur MRT akan memberikan manfaat signifikan di masa depan.
