Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menyoroti persoalan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah.
Kedua lembaga ini mendesak agar akar permasalahan tersebut segera diselesaikan secara tuntas agar tidak terus berulang.
>>> Marco Bezzecchi Diskors dari MotoGP Ceko 2026 Akibat Insiden dengan Marshal
Keandalan sistem kelistrikan nasional dinilai memerlukan evaluasi menyeluruh. Gangguan berulang pada aliran listrik mencerminkan adanya kelemahan mendasar yang harus segera dibenahi.
Perlunya Audit Total Sistem Kelistrikan
Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo menjelaskan bahwa meskipun gangguan teknis bisa terjadi, pemadaman yang berulang kali menunjukkan perlunya audit total.
Audit ini mencakup aspek pembangkit, manajemen risiko, hingga tata kelola pelayanan.
Listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang kehidupan, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi.
Pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aliran energi, tetapi juga kualitas hidup dan kepastian hak konsumen.
YLKI berpendapat masyarakat selaku konsumen tidak sepatutnya memikul kerugian akibat sistem pelayanan yang lemah.
PT PLN (Persero) memiliki tanggung jawab penuh untuk menyediakan pasokan listrik yang andal sesuai standar mutu pemerintah.
Ketahanan energi nasional adalah isu strategis publik yang melampaui urusan internal korporasi. YLKI meminta keterlibatan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keandalan pasokan listrik di tanah air.
Rio menegaskan bahwa pemadaman listrik bergilir merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai gangguan teknis biasa.
Negara harus hadir melalui kebijakan yang mampu mencegah krisis, bukan hanya saat krisis terjadi.
Ketua FKBI Tulus Abadi menambahkan bahwa kerentanan jaringan listrik berpotensi memicu pemadaman skala luas jika kebijakan energi nasional tidak segera berpihak pada kepentingan publik.
Tulus menyatakan bahwa energi listrik sudah menjadi kebutuhan primer, nyaris setara dengan kebutuhan bahan pangan, terutama di era ekonomi digital.
>>> Jepang Cukur Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026, Moriyasu Puji Kedalaman Skuad
Ia menekankan pentingnya kebijakan pengelolaan energi primer yang berimbas pada kemandirian energi.
