Kementerian Keamanan Negara China mengumumkan metode spionase baru yang digunakan badan intelijen asing untuk memantau perairan negara itu.
Metode inovatif ini melibatkan pengerahan hewan laut yang dilengkapi sensor khusus.
>>> Chatib Basri Jabat Visiting Professor di London School of Economics
Pihak kementerian memperingatkan adanya perang rahasia yang tak terlihat di sekitar perairan China.
Badan intelijen asing dituduh mengumpulkan data sensitif untuk memetakan bawah laut, yang dinilai mengancam keamanan nasional.
Pemanfaatan Hewan Laut dan Perangkat Lain
Salah satu teknik yang terdeteksi adalah pemanfaatan hewan laut besar, seperti ikan dan kura-kura yang dilengkapi sensor.
Hewan-hewan ini berenang di perairan China sambil membawa perangkat untuk mengumpulkan informasi lingkungan secara real-time.
Data yang dikumpulkan mencakup suhu air, salinitas, dan arus laut. Informasi ini kemudian dikirimkan ke luar negeri menggunakan jaringan satelit.
Namun, kementerian tidak merinci lokasi spesifik penemuan hewan bersensor tersebut maupun pihak yang memasangnya.
Selain hewan bersensor, otoritas keamanan China juga mengaku menemukan pelampung milik lembaga penelitian kelautan asing.
>>> Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara PLN Aman Pasca Gangguan Teknis
Perangkat ini dilengkapi sensor meteorologi untuk melacak tanda akustik kapal selam China secara real-time.
Teknologi lain yang teridentifikasi adalah glider gelombang bertenaga surya dan pergerakan ombak.
Alat ini diduga ditempatkan oleh pihak asing untuk mengirimkan data lingkungan kelautan terkait militer dan aktivitas kapal.
China sering mengklaim adanya spionase di perairan sekitar seperti Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan.
Pada tahun 2024, mereka juga melaporkan penemuan mercusuar tersembunyi di dasar laut yang berfungsi memandu transit kapal selam asing.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah China menawarkan imbalan finansial bagi warga lokal yang membantu.
>>> YLKI dan FKBI Desak Penyelesaian Tuntas Pemadaman Listrik Bergilir
Nelayan yang berhasil menemukan perangkat mata-mata dapat menerima bonus sebesar 50.000 yuan hingga 500.000 yuan (sekitar Rp 131 juta hingga Rp 1,31 miliar).
