⌂ Beranda News Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun Meski Hartanya Rp 4.500 Triliun

Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun Meski Hartanya Rp 4.500 Triliun

Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun Meski Hartanya Rp 4.500 Triliun
Ilustrasi: Pendiri Google Sergey Brin Menyesal Pensiun Meski Hartanya Rp 4.500 Triliun
A A Ukuran Teks16px

Sergey Brin, salah satu pendiri Google, mengaku menyesal pensiun dari tugas teknik di perusahaan. Meski kekayaannya sudah mencapai Rp 4.500 triliun, ia memilih kembali bekerja.

Brin pensiun sekitar sebulan sebelum pandemi COVID-19 dengan rencana belajar fisika. Namun, setelah kehilangan rutinitas, ia merasa kurang terasah secara intelektual.

>>> Ronaldo Akhirnya Buka Puasa Gol di Piala Dunia 2026: I'm Back, I'm Back!

Ia kembali ke laboratorium riset dan pengembangan AI Google saat kantor mulai dibuka terbatas. Brin terlibat dalam pengembangan model Gemini AI yang ia sebut sangat memuaskan.

Kritik terhadap Strategi AI Google

Brin menilai Google sempat kurang agresif setelah merilis riset Transformer pada 2017. Kekhawatiran soal akurasi memperlambat peluncuran chatbot, sementara pesaing seperti OpenAI bergerak lebih cepat.

Ia juga merefleksikan kesalahan masa lalu, seperti Google Glass. "Semua orang mengira mereka adalah Steve Jobs berikutnya.

Aku juga pernah melakukan kesalahan itu," ujarnya.

>>> Haaland: Tak Realistis Berharap Norwegia Juara Piala Dunia 2026

Meski demikian, Brin menilai Google tetap unggul berkat investasi jangka panjang di riset jaringan saraf, chip khusus, dan pusat data global.

Hanya sedikit perusahaan yang mampu mengoperasikan rantai teknologi AI dari riset hingga infrastruktur.

Keunggulan ini mengantarkan Brin dan Larry Page menjadi orang terkaya.

>>> Kisah Pencarian Menegangkan 4 Bom Nuklir yang Jatuh di Spanyol

Brin kini menempati posisi ketiga terkaya di dunia dengan harta USD 253,5 miliar atau setara Rp 4.512 triliun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru