Fenomena kalimat 'di situ gue diem' atau variasinya seperti 'di situ kadang saya merasa sedih' belakangan viral di media sosial.
Banyak netizen yang menganggap frasa itu sebagai ciri khas tulisan buatan AI.
>>> Klasemen Grup K Piala Dunia 2026: Uzbekistan di Ujung Tanduk
detikINET pun mencoba meminta klarifikasi langsung ke salah satu kecerdasan buatan, Gemini. AI itu pun memberikan penjelasan mengenai alasan di balik penggunaan frasa tersebut.
Alasan AI Suka Pakai 'Di Situ Gue Diem'
Menurut Gemini, ada tiga alasan utama mengapa frasa itu kerap muncul. Pertama, AI berusaha meniru gaya bahasa Gen Z dan percakapan di media sosial.
Frasa 'di situ gue diem' adalah template cerita yang sering dipakai netizen Indonesia saat menceritakan momen canggung, mengejutkan, atau kehabisan kata-kata.
Alasan kedua adalah agar respons AI terlihat lebih skena dan relatable. Saat diminta bercerita dengan gaya santai, AI berupaya 'melebur' menjadi manusia.
>>> Ducati Perpanjang Kontrak Marquez, Nasib Bagnaia Terancam
Menggunakan kalimat pasrah khas anak muda membuat respons terasa lebih hidup dan tidak kaku seperti robot kantoran.
Terakhir, frasa itu digunakan untuk konteks humor atau meme.
Dalam budaya komedi digital Indonesia, pola kalimat 'ya di situ gue diem aja' adalah bentuk punch line yang efektif.
AI menangkap pola ini sebagai cara mengekspresikan situasi pasrah atau tidak tahu harus berbuat apa lagi.
>>> Elon Musk Kehilangan Status Triliuner, Saham SpaceX Anjlok 30%
Gemini menegaskan bahwa AI tidak benar-benar bisa 'diem' atau bengong. Itu hanyalah cara meniru emosi manusia agar obrolan terasa lebih seru.