⌂ Beranda News Saham Google Anjlok Tajam Usai Dua Bos AI Hengkang ke Pesaing

Saham Google Anjlok Tajam Usai Dua Bos AI Hengkang ke Pesaing

Saham Google Anjlok Tajam Usai Dua Bos AI Hengkang ke Pesaing
Ilustrasi: Saham Google Anjlok Tajam Usai Dua Bos AI Hengkang ke Pesaing
A A Ukuran Teks16px

Google mengalami hari terburuk di pasar saham dalam lebih dari setahun terakhir.

Saham induknya, Alphabet, ditutup turun sekitar 5% pada Senin waktu AS, lebih buruk dibanding raksasa teknologi lainnya.

>>> Paksa AI Jawab Kenapa Suka Nulis 'Di Situ Gue Diem', Ini Klarifikasinya

Penurunan ini merupakan yang paling tajam sejak anjloknya saham sekitar 7% pada Mei 2025. Kekhawatiran investor dipicu oleh kepergian dua peneliti AI tingkat tinggi ke perusahaan pesaing.

Pekan lalu, Wakil Presiden Teknik Google yang juga pimpinan proyek AI Gemini, Noam Shazeer, mengumumkan hengkang ke OpenAI.

Kepergiannya terjadi kurang dari dua tahun setelah ia kembali ke Google.

Shazeer dan rekannya Daniel De Freitas sebelumnya mendirikan Character. AI setelah meninggalkan Google pada 2021.

Google membawa mereka kembali ke unit DeepMind AI pada Agustus 2024.

Tak lama setelah itu, Wakil Presiden DeepMind John Jumper juga mengumumkan pergi setelah sembilan tahun mengabdi. Ia bergabung dengan Anthropic, pesaing Google di bidang AI.

>>> Klasemen Grup K Piala Dunia 2026: Uzbekistan di Ujung Tanduk

Jumper adalah peraih Nobel 2024 bersama Demis Hassabis dari Google. Ia dikenal sebagai salah satu pencipta AlphaFold, AI yang memprediksi lebih dari 200 juta struktur protein.

Penurunan saham juga terjadi setelah wawancara CEO Microsoft Satya Nadella dengan Wall Street Journal.

Nadella menyerukan industri tidak terlalu bergantung pada 'raksasa AI' dan menyebut pasar AI kini menjadi komoditas.

Alphabet telah menghabiskan dana besar untuk AI, termasuk mengumpulkan USD 141 miliar dalam utang dan ekuitas sejak Oktober.

Perusahaan berupaya membuktikan ekosistem AI terintegrasi vertikalnya mampu menghasilkan untung.

Jika model AI menjadi lebih murah dan mudah digantikan, investor mungkin mempertanyakan apakah pengeluaran besar itu membangun keunggulan kompetitif atau justru menekan margin keuntungan.

>>> Ducati Perpanjang Kontrak Marquez, Nasib Bagnaia Terancam

Pada hari yang sama, pengguna Google melaporkan gangguan layanan pada Gmail dan YouTube.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru