Setiap ponsel memiliki umur pakai, termasuk HP Android. Namun, dukungan pembaruan untuk setiap perangkat berbeda-beda.
Misalnya, Galaxy S26 dan Google Pixel terbaru mendapat pembaruan Android dan keamanan hingga tujuh tahun.
>>> APPI dan I.League Bahas 188 Kasus Kontrak, Termasuk Tunggakan Gaji Pemain
Sementara itu, beberapa seri Galaxy A yang lebih lawas hanya didukung sekitar empat tahun.
Ponsel dari Xiaomi dan Motorola bahkan mungkin hanya menerima pembaruan selama tiga tahun.
Meski perangkat tidak langsung berhenti berfungsi, lama-kelamaan ponsel tersebut tidak akan mendapat patch keamanan dan pembaruan perangkat lunak penting.
Artinya, penggunaannya sudah tidak maksimal.
Pembaruan Android terbagi dalam dua kategori. Pertama, pembaruan versi utama yang dirilis Google setiap tahun, menghadirkan fitur baru dan perubahan sistem operasi.
Kedua, pembaruan keamanan yang dirilis sepanjang tahun untuk memperbaiki kerentanan dan melindungi perangkat dari ancaman.
Banyak produsen seperti Samsung dan Google telah memperpanjang masa dukungan, tetapi perangkat lama tidak mendapat tingkat dukungan yang sama.
Jika Anda tidak yakin berapa lama lagi masa pakai HP Android, ada cara mudah untuk memeriksanya.
>>> Jadwal Piala Dunia 2026 Malam Nanti: Penentuan di Grup A, B, C
Langkah Mengecek Sisa Umur HP Android
Pertama, buka Pengaturan untuk mengetahui model ponsel Anda, misalnya Samsung Galaxy A35.
Kemudian kunjungi situs endoflife. date.
Pilih Device dan lanjutkan dengan merek HP Anda, lalu cari model ponsel.
Di situs tersebut akan terlihat kapan ponsel dirilis, serta jadwal pembaruan Android dan keamanan.
Situs ini menggunakan peringatan kuning dan merah untuk menandai perangkat yang mendekati akhir dukungan atau sudah mencapainya. Jika masih hijau, umur ponsel Anda masih aman.
Meski smartphone telah mencapai akhir masa pakai, ponsel masih bisa digunakan untuk tugas dasar seperti panggilan dan pesan.
Namun, perangkat tidak akan mendapat fitur baru atau peningkatan keamanan, sehingga lebih rentan terhadap ancaman siber.
Menggunakan perangkat yang tidak didukung sangat berisiko untuk aktivitas seperti perbankan online, belanja, email, atau menyimpan kata sandi.
>>> Komdigi dan Industri Digital Sepakati 8 Agenda Besar Pacu Ekonomi Digital
Celah keamanan yang tidak ditambal dapat dieksploitasi oleh malware.
