⌂ Beranda News Mengapa AC Sangat Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan?

Mengapa AC Sangat Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan?

Mengapa AC Sangat Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan?
Ilustrasi: Mengapa AC Sangat Jarang di Eropa Meski Gelombang Panas Mematikan?
A A Ukuran Teks16px

Gelombang panas yang melanda Eropa Barat menyebabkan suhu ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah, Inggris memecahkan rekor panas bulan Juni, dan Spanyol mencatat suhu rata-rata harian tertinggi sejak 1950.

>>> Bruno Fernandes Lega Ronaldo 'Buka Puasa' di Piala Dunia

Beberapa korban jiwa dilaporkan akibat panas ini.

Namun, pendingin ruangan atau AC sangat jarang ditemukan di rumah-rumah di Eropa. Banyak penduduk hanya mengandalkan kipas angin, kompres es, dan mandi air dingin untuk bertahan.

Hampir 90% rumah di Amerika Serikat memiliki AC, sementara di Eropa hanya sekitar 20%.

Perbedaan ini mencolok mengingat Eropa kini menghadapi gelombang panas yang lebih parah dan berkepanjangan akibat perubahan iklim.

Mengapa Eropa Jarang Menggunakan AC?

Secara historis, banyak negara Eropa tidak membutuhkan pendingin ruangan, terutama di wilayah utara. Gelombang panas memang pernah terjadi, tetapi jarang mencapai suhu tinggi yang berkepanjangan seperti sekarang.

"Di Eropa kami tidak memiliki tradisi menggunakan AC karena hingga belum lama ini, hal itu bukanlah sebuah kebutuhan utama," ujar Brian Motherway, Kepala Kantor Efisiensi Energi dan Transisi Inklusif di International Energy Agency.

AC secara tradisional dianggap sebagai barang mewah, bukan kebutuhan.

Biaya pemasangan dan pengoperasiannya sangat mahal, terutama karena harga energi di Eropa lebih tinggi daripada di AS, sementara tingkat pendapatan cenderung lebih rendah.

Faktor Arsitektur dan Birokrasi

Arsitektur bangunan di Eropa selatan yang lebih panas dirancang untuk menghadapi cuaca panas. Dinding tebal, jendela kecil, dan aliran udara yang maksimal membantu menjaga ruangan tetap sejuk.

Namun, di wilayah lain, rumah tidak dirancang untuk cuaca panas.

"Kami tidak terbiasa memikirkan cara agar tetap sejuk di musim panas. Ini benar-benar fenomena relatif baru," kata Motherway.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru