Atlet muda berbakat Indonesia kerap layu sebelum mencapai puncak karier. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan wadah khusus yang mampu membentuk mental dan kemampuan mereka.
Red Bull, melalui program Red Bull Next Generation, berupaya menjembatani kebutuhan tersebut. Program pengembangan atlet muda ini merupakan yang pertama di Indonesia.
>>> Tebak Juara Piala Dunia 2026 di Mansion Sports, Raih Hadiah Rp100 Juta
Chief Global Marketing Officer TCP Group, Supasita Kraisri, menyatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung generasi baru olahraga di kawasan.
Program ini dirancang sebagai platform pengembangan dan penceritaan atlet untuk mengidentifikasi, mendukung, serta mempercepat perkembangan atlet muda berbakat di Asia Tenggara.
Indonesia dan Malaysia menjadi dua negara pertama di Asia Tenggara yang menjalankan program ini.
Tidak hanya menyasar olahraga tradisional, program ini juga inklusif untuk seluruh cabang olahraga, termasuk eSports.
"Kratingdaeng Red Bull Next Generation mencerminkan komitmen jangka panjang kami untuk menciptakan peluang, meningkatkan visibilitas, dan memberikan akses bagi atlet yang sedang berkembang terhadap dukungan yang dapat membantu mempercepat perjalanan mereka.
>>> AC Milan Siap Pecahkan Rekor Transfer Demi Goncalo Ramos
Ini juga penting agar masa depan mereka lebih baik," kata Supasita dalam rilis kepada detikSport.
Pendaftaran program dibuka pada Juni dengan fokus pada atlet berusia 18-25 tahun dari seluruh cabang olahraga dan disiplin yang ingin melangkah ke tahap berikutnya.
Seleksi peserta tidak hanya berdasarkan hasil kompetisi, tetapi juga mempertimbangkan pola pikir, perkembangan, karakter, dan komitmen terhadap olahraga yang ditekuni.
Atlet yang terpilih akan menerima dukungan yang disesuaikan, termasuk workshop, mentoring, pelatihan media, bantuan finansial, dan eksposur konten.
Program ini juga menghadirkan bimbingan Martin Pfeifenberger, seorang Performance Expert yang memiliki spesialisasi dalam pelatihan atlet, pemulihan, dan performa manusia.
>>> Real Madrid Akan Aktifkan Buy Back Nico Paz, Lalu Jual Lagi dengan Harga Tinggi
Dia telah menghabiskan lebih dari 20 tahun bekerja dengan atlet elite dari lebih dari 100 disiplin olahraga, mulai dari Formula 1, Olimpiade, hingga tim elite sepakbola, triatlon, dan olahraga ketahanan.
