⌂ Beranda News Kenapa Data Wajah Lebih Berbahaya dari Password Jika Bocor?

Kenapa Data Wajah Lebih Berbahaya dari Password Jika Bocor?

Kenapa Data Wajah Lebih Berbahaya dari Password Jika Bocor?
Ilustrasi: Kenapa Data Wajah Lebih Berbahaya dari Password Jika Bocor?
A A Ukuran Teks16px

Kewajiban registrasi SIM card prabayar menggunakan biometrik wajah mulai 1 Juli 2026 kembali menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi.

Di antara berbagai jenis data, data biometrik dinilai memiliki tingkat sensitivitas paling tinggi.

>>> Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026: Portugal Vs Kroasia, Prancis Vs Swedia

Chairman CISSReC, Pratama Persadha, menjelaskan perbedaan mendasar antara data biometrik dan data pribadi lainnya. Sifatnya yang permanen menjadi faktor utama.

"Password bisa diganti. Nomor telepon bisa diganti.

Alamat email juga bisa dibuat baru. Tetapi wajah, sidik jari, dan iris mata tidak bisa diganti sepanjang hidup seseorang," kata Pratama kepada detikINET.

in2

Registrasi SIM card dengan data biometrik merupakan pengembangan dari pendaftaran nomor HP baru yang sebelumnya menggunakan NIK dan nomor KK.

Kebocoran data biometrik memiliki konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih besar dibandingkan kebocoran password.

Pratama menekankan operator seluler sebaiknya tidak menyimpan foto wajah pelanggan dalam bentuk asli.

>>> Link Live Streaming Moto3 Belanda 2026: Veda Race Sore Ini!

Pendekatan yang lebih aman adalah mengubah hasil pemindaian menjadi template biometrik berupa representasi matematis untuk pencocokan identitas.

"Apabila basis data mengalami kebocoran, pelaku tidak langsung memperoleh foto wajah asli pengguna," ucapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip data minimization, yaitu hanya mengumpulkan data yang benar-benar diperlukan dan segera menghapus data yang tidak dibutuhkan.

Seluruh proses pengiriman data wajah harus menggunakan enkripsi modern agar tidak mudah disadap. Pemerintah dan operator seluler juga perlu memisahkan penyimpanan data kependudukan, data pelanggan, dan data biometrik.

Registrasi SIM berbasis biometrik dapat menjadi solusi efektif mengurangi penyalahgunaan identitas dan penipuan digital. Namun perlindungan data wajah harus menjadi prioritas utama karena biometrik adalah aset digital permanen.

>>> Meme Cristiano Ronaldo Jadi 'Anak Hilang' di Portugal vs Kolombia

"Keamanan sistem tidak hanya diukur dari kemampuan mengenali wajah, tetapi juga dari kemampuan melindungi data wajah tersebut dari penyalahgunaan di masa depan," pungkas Pratama.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru