⌂ Beranda News BRIN Kembangkan AI untuk Prediksi Badai Matahari 4 Hari Lebih Awal

BRIN Kembangkan AI untuk Prediksi Badai Matahari 4 Hari Lebih Awal

BRIN Kembangkan AI untuk Prediksi Badai Matahari 4 Hari Lebih Awal
Ilustrasi: BRIN Kembangkan AI untuk Prediksi Badai Matahari 4 Hari Lebih Awal
A A Ukuran Teks16px

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi tingkat bahaya badai Matahari hingga empat hari sebelum menghantam Bumi.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu berbagai sektor strategis mengantisipasi gangguan pada satelit, komunikasi, navigasi, hingga jaringan listrik.

>>> Anker Nano 45W Resmi di Indonesia, Charger Cerdas Jaga Kesehatan Baterai

Peneliti Pusat Riset Antariksa (PRA) BRIN, Tiar Dani, menjelaskan bahwa sistem AI tersebut dirancang untuk memprediksi kekuatan medan magnet badai Matahari, salah satu faktor utama penentu dampaknya terhadap Bumi.

Ancaman badai Matahari tidak hanya ditentukan oleh besarnya lontaran massa korona (CME), tetapi juga oleh arah medan magnet antarplanet yang dibawanya, yang dikenal sebagai Bz.

Jika medan magnet tersebut mengarah ke selatan selama beberapa jam, perlindungan alami Bumi lebih mudah ditembus partikel berenergi tinggi dari Matahari, memicu badai geomagnetik.

in2

Memprediksi arah dan kekuatan komponen Bz merupakan tantangan besar dalam ilmu cuaca antariksa yang dikenal sebagai "The Bz Problem."

Untuk menjawab tantangan ini, tim peneliti BRIN mengembangkan model AI berbasis multi-modal deep learning bernama Bz4SWx.

Model ini mampu memperkirakan nilai minimum Bz sekaligus memprediksi kapan kondisi paling berbahaya itu akan terjadi dalam rentang waktu hingga 96 jam setelah CME.

Jika prediksi menunjukkan nilai Bz sangat negatif dan berlangsung lama, potensi badai geomagnetik dapat meningkat dari kategori ringan (G1) hingga ekstrem (G5).

>>> Kanada Kirim Pesan Keras untuk Maroko dan Belanda di Piala Dunia 2026

Badai geomagnetik ekstrem dapat merusak transformator listrik, mengganggu komunikasi radio penerbangan, sistem navigasi, hingga membuat satelit kehilangan orbit.

Keunggulan Bz4SWx terletak pada kemampuannya mengolah berbagai jenis data sekaligus, seperti kecepatan dan arah CME, serta magnetogram medan magnet Matahari saat CME terjadi.

Model ini juga memanfaatkan teknologi attention mechanism untuk memusatkan analisis pada area Matahari yang paling berpotensi memicu badai geomagnetik kuat.

Hasil penelitian menunjukkan sistem AI BRIN mampu memprediksi intensitas medan magnet badai Matahari dengan akurasi menjanjikan dan memberikan peringatan dini hingga empat hari sebelum badai mencapai Bumi.

Waktu peringatan dini ini krusial bagi operator satelit, pengelola jaringan listrik, dan penyedia layanan komunikasi untuk melakukan langkah mitigasi.

BRIN akan terus mengembangkan Bz4SWx melalui inisiatif Research in AI for Space (R. A.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang Malam Ini, Belanda Main Pagi

I. Se) guna meningkatkan keandalan sistem peringatan dini cuaca antariksa Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru