Stephanie Meyerson Rebut Gelar Juara MasterChef Indonesia Season 13 usai Duel Sengit di Grand Final
mci 13--
Ajang MasterChef Indonesia Season 13 resmi berakhir dengan kemenangan Stephanie Meyerson. Ia dinobatkan sebagai juara pada Grand Final yang berlangsung Minggu, 15 Maret 2026.
Peserta asal Pontianak, Kalimantan Barat itu berhasil mengungguli Monica Bunga Tania Wibowo dalam persaingan ketat yang berlangsung di dapur galeri.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan Stephanie menyandang gelar The Next MasterChef Indonesia setelah melalui rangkaian tantangan panjang sepanjang musim kompetisi.
Persembahan untuk Kota Kelahiran
Tak lama setelah kemenangan diumumkan, Stephanie menyampaikan rasa haru melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Ia menyebut kemenangan tersebut terasa seperti mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan setelah perjalanan panjang di kompetisi memasak tersebut.
Gelar juara itu pun secara khusus ia persembahkan untuk kota asalnya, Pontianak, yang menurutnya telah menjadi tempat ia tumbuh dan berkembang.
“Ke kampung halamanku, tempat yang membesarkan dan membentukku… INI UNTUK PONTIANAK,” tulis Stephanie.
Perempuan berusia 30 tahun itu juga mengenang proses yang harus dilalui sejak audisi hingga berhasil mencapai babak penentuan.
Ia mengingat berbagai momen penuh tekanan, mulai dari malam tanpa tidur, keraguan, hingga air mata yang menjadi bagian dari perjalanan menuju kemenangan.
“Saat ini masih terasa tak nyata… Semua malam tanpa tidur, keraguan, air mata, doa-doa semuanya menuntun di sini. Terima kasih untuk semua doa, dukungan, dan cinta dari kalian semua,” ungkapnya.
Stephanie mengaku membawa harapan besar dari keluarga dan masyarakat Pontianak selama mengikuti kompetisi tersebut.
“Aku membawa namamu, harapanmu, dan kepercayaanmu bersamaku di panggung itu. Kami berhasil,” ucapnya.
Pertarungan Ketat di Babak Akhir
Grand Final MasterChef Indonesia Season 13 mempertemukan Stephanie dengan Monica Bunga Tania Wibowo, seorang pengusaha kafe asal Malang.
Keduanya menjalani empat ronde tantangan yang dinilai langsung oleh para juri.
Penilaian diberikan oleh Juna Rorimpandey, Karen Carlotta, dan Norman Ismail yang mengevaluasi teknik memasak, rasa, hingga presentasi hidangan.
Pada tiga ronde awal, Bunga sempat memimpin perolehan poin sehingga membuat jalannya kompetisi semakin menegangkan.
Situasi berubah pada ronde keempat yang menjadi penentu hasil akhir.
Stephanie berhasil menampilkan hidangan dengan konsep yang matang dan plating yang rapi sehingga mendapatkan apresiasi dari para juri.
Ia mengumpulkan 748 poin pada ronde terakhir dan berhasil membalikkan keadaan.
Hasil tersebut membuat Stephanie keluar sebagai pemenang dengan selisih empat poin dari total skor akhir lawannya.
Kemenangan ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pontianak yang memberikan dukungan sepanjang perjalanan kompetisinya.