>>> Veda Ega Pratama Terima Hukuman Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria 2026
Rudy Mas'ud mengaitkan momentum ini dengan Hari Konstitusi sebagai pengingat dasar hukum kehidupan bernegara.
“Konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi merupakan pedoman besar dalam mengatur kehidupan berbangsa, menjamin hak-hak warga negara, serta menjadi landasan dalam mewujudkan cita-cita nasional,” katanya.
Ia menjabarkan bahwa esensi perlombaan ini melampaui aspek kompetisi visual semata.
“Pada hakikatnya kegiatan ini merupakan sarana pembentukan karakter generasi muda yang mengajarkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan mental, serta semangat nasionalisme,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini melahirkan pemuda berkarakter kuat, terlebih Kalimantan Timur kini berperan sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua PPI Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Panitia, Indrawati, memaparkan bahwa perlombaan ini diikuti oleh 150 peserta dari 10 tim sekolah, di antaranya SMKN 17 Samarinda, SMAN 8 Samarinda, SMKN 1 Sangatta Utara, SMAN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, SMKN 15 Samarinda, MAN 2 Samarinda, SMK TI Labbaika Samarinda, SMAN 2 Samarinda, dan SMAN 1 Tenggarong.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada MPR RI yang telah menginisiasi pelaksanaan lomba kreasi baris berbaris dan pengibaran bendera di seluruh provinsi di Indonesia.
Nantinya, tim terbaik akan mewakili Kalimantan Timur untuk bersaing di tingkat nasional di Jakarta,” katanya.
Penjurian dalam kompetisi ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan PPI, dengan tim pemenang yang akan dikirim langsung ke kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra Prov. Kaltim Arief Murdianto yang mewakili Gubernur, Kepala Kesbangpol Prov.
Kaltim Eko Susanto, Kasrem Prov. Kaltim Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, Kabag SDM Polresta Samarinda Kompol Jamhari, Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan Prov.
>>> Wanita Tewas Diduga Terjatuh dari Lantai 27 Apartemen Cempaka Putih
Kaltim Ir. Rahmad Ramadan, Kepala Sekolah SMAN 5 Samarinda Ageng Tri Rahayu, serta perwakilan Sekretariat Jenderal MPR RI Kepala Biro Umum Herry Putra dan Kepala Sub Bagian Pengelolaan Angkutan Anis Christofantina Rindhan.