Pembersihan karang gigi atau penambalan lubang kecil membutuhkan biaya yang lebih terjangkau. Hal ini berbeda dengan perawatan saluran akar, pembuatan mahkota gigi, hingga tindakan pencabutan.
"Treatment-treatment pencegahan itu pasti lebih simpel, treatment-nya lebih cepat selesai, dan juga secara biaya jauh lebih murah dibandingkan treatment pengobatan," jelas drg.
Melissa.
Guna mendeteksi kerusakan sejak dini, pemeriksaan rutin disarankan untuk dilakukan setiap enam bulan sekali. Langkah ini efektif mencegah gangguan berkembang menjadi kondisi yang lebih parah.
Investasi Kesehatan Kualitas Hidup Masa Tua
Mengabaikan kesehatan mulut tidak hanya berdampak pada kondisi saat ini, tetapi juga masa depan. Kerusakan yang dibiarkan tanpa penanganan berisiko menyebabkan kehilangan gigi secara permanen.
Perawatan gigi sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga fungsi pengunyahan tetap optimal. Hal ini krusial agar seseorang tetap dapat menikmati makanan dengan baik hingga usia lanjut.
"Siapa di sini yang enggak mau umur 70, umur 80, umur 90 tahun masih bisa makan daging? Masih bisa makan sate kambing, masih bisa gerogotin jagung?
Pasti semua mau, kan? Nah, itu makanya kita harus rawat gigi kita supaya gigi kita bisa bertahan seumur hidup," katanya.
>>> Volume Kendaraan Meningkat Tajam, Sejumlah Ruas Tol Arah Jakarta Padat
Banyak orang mengabaikan masalah gigi karena tidak merasakan sakit pada tahap awal, padahal penundaan bisa memicu komplikasi dan membengkaknya biaya.