"Pemerintah perlu meningkatkan daya saing ekspor, serta memastikan kepercayaan investor tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks," tegas Timboel.
Proyeksi: Rupiah Bisa Tembus Rp 20.000
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memproyeksikan rupiah bisa tembus di atas Rp 20.000 per dollar AS pada 9 Juni 2026 jika pelemahan rata-rata 0,5 persen per hari.
"Kalau hari ini kurs sekitar Rp 17.600 dan pelemahannya rata-rata 0,5 persen per hari, maka pada 9 Juni 2026 rupiah bisa tembus di atas Rp 20.000 per dollar AS," ujar Bhima.
Managing Director PEPS, Anthony Budiawan, mengkritik struktur cadangan devisa yang dinilai tidak mencerminkan kekuatan sektor riil.
"Cadangan devisa Indonesia besar dalam angka, tetapi terisi gelembung akumulasi utang luar negeri, terutama oleh pemerintah dan Bank Indonesia.
Dengan kata lain, utang luar negeri tidak digunakan untuk kegiatan produktif, tetapi untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi," ujar Anthony.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis rupiah akan menguat. Pemerintah tidak mengubah asumsi makro kurs dalam RAPBN 2027.
"Kalau sekarang terlalu cepat untuk mengubah asumsi rupiah-dollar. Ini masih gejolak awal, kita belum tahu titik stabilnya di mana," ujar Purbaya.
"Saya pikir ruang untuk penguatan terbuka lebar.
>>> Polres Boyolali Tetapkan Menantu Tersangka Pembunuhan Sate Beracun
Selama kita berdua (dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas), beliau merancang, saya mencoba membiayai pembangunannya, dan Bapak Presiden memberikan arah yang pas, ruang untuk tumbuh lebih cepat terbuka lebar," tegasnya.