Perusahaan menyebut pendanaan tersebut menjadi salah satu yang terbesar di sektor fintech global tahun ini.
Dana tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan Fasset Own Network, yakni infrastruktur keuangan menyeluruh yang mencakup lebih dari 50 koridor perbankan.
Selain mendukung ekspansi global, pengembangan jaringan itu juga ditujukan untuk memperkuat solusi embedded trade finance bagi UMKM di berbagai pasar berkembang.
Fasset menyebut Fasset Card merupakan salah satu produk konsumen yang lahir dari pembangunan jaringan tersebut.
Melalui kartu ini, infrastruktur keuangan yang dibangun perusahaan dapat dimanfaatkan langsung oleh pengguna untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
Peluncuran Fasset Card juga menjadi momentum yang menyoroti hubungan ekonomi digital antara Uni Emirat Arab dan Indonesia.
Fasset Global menyatakan berada pada posisi strategis sebagai penghubung antara pasar modal kawasan Teluk dan ekonomi digital Asia Tenggara yang terus berkembang.
Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Aldaheri mengatakan peluncuran tersebut mencerminkan peran inovasi dan teknologi dalam memperkuat konektivitas ekonomi lintas negara.
"Hari ini, kita tidak hanya merayakan peluncuran sebuah produk keuangan baru, tetapi juga merayakan inovasi, konektivitas, dan kekuatan teknologi dalam menyatukan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai peluang.
Fasset merupakan contoh luar biasa dari jembatan ekonomi dan teknologi global antara Uni Emirat Arab dan Republik Indonesia," ujar Aldaheri.
Dalam acara yang sama, Fasset Global juga mengumumkan pencatatan (listing) dua token baru di platformnya, yakni $ZIG dan $MOVE.
Sebagai informasi, Fasset Global merupakan platform perbankan dan investasi yang didirikan di Amerika Serikat dengan fokus pada peningkatan inklusi keuangan di pasar berkembang.
>>> Bojan Hodak Raih Pelatih Terbaik Super League Tiga Musim Beruntun
Perusahaan menyatakan telah menghimpun pendanaan lebih dari 80 juta dollar AS sejak berdiri serta memperoleh perizinan atau persetujuan regulasi di sejumlah negara, termasuk Uni Emirat Arab, Labuan Malaysia, Bahrain, dan Pakistan.