⌂ Beranda News Kenaikan BI Rate Belum Tentu Dongkrak Bunga KPR, Ini Penjelasannya

Kenaikan BI Rate Belum Tentu Dongkrak Bunga KPR, Ini Penjelasannya

Kenaikan BI Rate Belum Tentu Dongkrak Bunga KPR, Ini Penjelasannya
Ilustrasi kenaikan suku bunga dan properti
A A Ukuran Teks16px

Kami memproyeksikan bahwa dampak kenaikan BI Rate Mei 2026 terhadap penyaluran KPR perbankan kemungkinan baru akan terasa secara nyata di pasar sekitar Q4 2026 hingga Q1 2027, mengikuti pola lag historis sekitar enam bulan.

Namun demikian, permintaan properti di portal kami menunjukkan daya tahan yang kuat,” ujar Marisa dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perubahan suku bunga acuan tidak selalu langsung mengubah perilaku pasar dalam waktu singkat.

Permintaan Properti Tetap Bertumbuh

Data historis yang dihimpun Rumah123 menunjukkan pasar properti tidak selalu bergerak mengikuti perubahan tingkat bunga. Dalam periode 2020 hingga 2025, pertumbuhan permintaan properti menunjukkan dinamika yang beragam.

Pada 2020, ketika SBDK masih berada di atas 9 persen, permintaan tercatat turun 18,9 persen.

Setahun kemudian, saat SBDK turun tajam ke kisaran 7,5 persen, permintaan tumbuh 12,8 persen.

Pada 2022, ketika SBDK relatif stabil di level rendah sekitar 7,3 persen, permintaan justru terkoreksi 31,5 persen.

Sebaliknya, pada 2023 permintaan kembali melonjak 30,8 persen meskipun tingkat bunga masih berada di kisaran yang sama.

Kondisi paling menonjol terjadi pada 2024.

Saat SBDK mulai bergerak naik ke rentang 8,5 persen hingga 9,8 persen, pertumbuhan permintaan properti di portal Rumah123 justru melonjak hingga 61,2 persen.

Sementara pada 2025, ketika SBDK berada di level yang dinilai tinggi, pertumbuhan permintaan masih tetap positif sebesar 9,2 persen.

Data tersebut memperlihatkan bahwa keputusan masyarakat membeli rumah tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat suku bunga.

>>> Lawson Hadirkan Promo Serius Murah Seminggu Juni 2026

Faktor kebutuhan hunian, kondisi ekonomi rumah tangga, hingga ekspektasi terhadap harga properti juga turut memengaruhi keputusan pembelian.

Rumah123 menilai pasar properti masih menunjukkan tingkat resiliensi yang cukup baik di tengah dinamika suku bunga dan kebijakan moneter yang berubah.

Dampak Terlihat Lebih Cepat pada Psikologis Konsumen

Meski demikian, perubahan suku bunga tetap memiliki pengaruh terhadap perilaku konsumen, terutama pada tahap awal pencarian rumah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru