⌂ Beranda News Masa Depan Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Setelah Serangan AS

Masa Depan Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Setelah Serangan AS

Masa Depan Jet Tempur F-14 Tomcat Iran Terancam Setelah Serangan AS
Ilustrasi jet tempur F-14 Tomcat Iran
A A Ukuran Teks16px

Puluhan unit F-14 yang tidak dapat diterbangkan dialihfungsikan sebagai sumber suku cadang. Langkah ini terbukti efektif menjaga kesiapan tempur selama perang.

Iran juga sempat mendapat pasokan komponen dari AS melalui skandal Iran-Contra Affair pada pertengahan 1980-an. Washington diam-diam mengirim rudal AIM-54 Phoenix, rak bom, dan suku cadang penting.

Pasokan itu dimanfaatkan teknisi domestik untuk memodifikasi Tomcat menjadi pesawat serang darat. Setelah pasokan habis, Teheran beralih ke jaringan pasar gelap internasional sejak akhir 1990-an.

Otoritas keamanan AS berulang kali membongkar penyelundupan komponen yang melibatkan broker di Belanda, Singapura, Malaysia, hingga AS.

Pada 1998, Parviz Lavi ditangkap karena mencoba membeli komponen mesin TF30 untuk Iran.

Kasus serupa menyeret perusahaan Multicore Ltd yang melakukan ratusan transaksi bernilai jutaan dolar AS, menurut laporan The Washington Post.

Kekhawatiran kebocoran suku cadang membuat Pentagon menghancurkan sebagian besar F-14 pensiunan pada 2006. Pemerintah AS bahkan menyita unit yang dipajang di museum pada 2007.

Langkah pengamanan diperkuat undang-undang khusus yang ditandatangani Presiden George W. Bush pada 2008, melarang penjualan komponen F-14.

Meski menghadapi kendala logistik, Iran tetap menjadikan F-14 sebagai pilar pertahanan udara. Jet ini dikerahkan melindungi fasilitas nuklir di Bushehr, Natanz, dan Arak.

Teheran melakukan pembaruan mandiri pada radar, sistem navigasi, radio, dan avionik. Armada juga diintegrasikan dengan rudal R-73 buatan Rusia dan sistem rudal domestik.

Melalui perawatan mandiri, kanibalisme, dan pasar gelap, Iran mampu mengoperasikan F-14 selama lebih dari 45 tahun.

>>> Penggusuran Asrama Eks Yon Zikon 15 Jagakarsa Diwarnai Tangis Warga

Sebelum ketegangan terbaru, analis memperkirakan Iran masih memiliki 20 hingga 40 unit F-14 yang aktif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru