>>> Warga Menangis Histeris Tolak Penggusuran Asrama Eks Yon Zikon 15 Jagakarsa
Nilai tambah tertinggi ekonomi modern tidak bertumpu pada penjualan bahan mentah. Keuntungan besar berasal dari penguasaan teknologi, riset, desain produk, dan merek global.
Program hilirisasi nasional harus diperluas agar tidak berhenti pada produk antara. Fokus perlu diarahkan pada penguasaan teknologi manufaktur lanjutan dan riset mendalam.
Tantangan lain muncul dari melemahnya daya beli dan menyusutnya kelas menengah akibat kenaikan biaya hidup. Bonus demografi berupa dominasi penduduk usia produktif tidak berjalan otomatis.
Di era kecerdasan buatan, otomatisasi menggantikan pekerjaan rutin dan meningkatkan kebutuhan keterampilan tinggi. Tanpa peningkatan mutu pendidikan, bonus demografi berisiko menjadi beban pengangguran.
Penguatan kapabilitas sumber daya manusia mutlak diperlukan untuk membangun kapasitas inovasi nasional.
Belanja penelitian dan pengembangan di Indonesia masih rendah. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah belum optimal.
Posisi domestik lebih dominan sebagai konsumen teknologi. Kondisi ini kontras dengan perusahaan global seperti Apple, Microsoft, atau Samsung yang menguasai ilmu pengetahuan.
Korea Selatan menjadi contoh sukses transformasi ekonomi. Pada awal 1960-an, pendapatan per kapitanya setara Indonesia, namun dengan modal alam terbatas.
Korea Selatan fokus pada pendidikan, industrialisasi strategis, teknologi, dan orientasi ekspor. Kebijakan itu mengubah pengetahuan menjadi nilai tambah ekonomi.
Untuk keluar dari middle-income trap, diperlukan lompatan kebijakan melalui lima langkah taktis. Pertama, percepatan transformasi industri menuju manufaktur maju, sektor digital, dan ekonomi hijau.
Kedua, reformasi pendidikan dengan menitikberatkan pada kualitas pembelajaran, berpikir kritis, dan literasi digital. Ketiga, peningkatan anggaran serta penguatan ekosistem riset dan inovasi.
Keempat, penguatan reformasi birokrasi dan kepastian hukum untuk investasi jangka panjang. Kelima, penciptaan lapangan kerja berkualitas tinggi untuk memperkuat kelas menengah.
>>> Kondisi Betis Neymar Membaik Jelang Brasil vs Maroko
Indonesia memiliki modal dasar berupa populasi besar, letak strategis, dan pasar domestik luas. Keberhasilan bergantung pada konsistensi mengubah basis ekonomi dari sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis pengetahuan.