Peluang tersebut perlu dikejar dengan cara yang lebih disiplin.
"Bagaimana kita memilih prioritas dengan lebih tajam, mengeksekusi dengan lebih cepat, dan memastikan bahwa setiap inisiatif itu benar-benar berdampak," tegas Neneng.
Dunia usaha memasuki semester II-2026 dalam situasi yang semakin kompleks dan berubah sangat cepat.
Tantangan yang dihadapi pelaku usaha kini tidak lagi berasal dari satu faktor, melainkan datang dari berbagai arah secara bersamaan.
Ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, tekanan pada rantai pasok, percepatan integrasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), hingga perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif telah memengaruhi cara perusahaan mengambil keputusan bisnis.
Di tengah kondisi tersebut, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen pada tahun ini dari 5 persen pada tahun sebelumnya.
Perlambatan itu menunjukkan bahwa dunia usaha tengah menghadapi dinamika ekonomi yang semakin luas dan sulit diprediksi.
>>> Antrean Presale Tiket Konser BTS di Jakarta Tembus Setengah Juta
Menurut Neneng, kondisi tersebut memberikan dampak nyata bagi para pemimpin bisnis dalam menentukan strategi dan arah pertumbuhan perusahaan.