⌂ Beranda News Bank Indonesia Naikkan BI Rate ke 5,50% Antisipasi Gejolak Global

Bank Indonesia Naikkan BI Rate ke 5,50% Antisipasi Gejolak Global

Bank Indonesia Naikkan BI Rate ke 5,50% Antisipasi Gejolak Global
Gedung Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

>>> Pesta Gay Remaja, Pemkab Karawang Segel Helen's Night Mart

Ke depan, BCA akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent dan berkualitas, penguatan dana murah (CASA), pengembangan layanan digital, efisiensi operasional, serta optimalisasi FBI untuk menjaga profitabilitas.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk membukukan kenaikan rasio pengembalian aset menjadi 2,42 persen hingga April 2026 dengan mengoptimalkan aset dan ekosistem bisnis syariah.

BSI juga akan mengembangkan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis.

Di sisi lain, sektor properti menunjukkan ketahanan yang baik di tengah dinamika kebijakan moneter.

Analisis Rumah123 mengindikasikan adanya fenomena pemisahan jalur antara pergerakan suku bunga acuan dengan suku bunga dasar kredit perbankan.

Head of Research Rumah123 Marisa Jaya memproyeksikan efek dari penyesuaian suku bunga acuan terhadap penyaluran kredit rumah membutuhkan tenggat waktu tertentu sebelum berdampak penuh di pasar.

Dampak kenaikan BI Rate Mei 2026 terhadap penyaluran KPR perbankan kemungkinan baru akan terasa secara nyata di pasar sekitar Q4 2026 hingga Q1 2027, mengikuti pola lag (jeda) historis sekitar enam bulan.

Permintaan properti di portal Rumah123 menunjukkan daya tahan yang kuat.

Data internal menunjukkan bahwa minat beli hunian masih sangat besar di kalangan masyarakat urban, khususnya pada kisaran harga menengah.

Permintaan terbesar saat ini masih berasal dari segmen rumah Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar yang umumnya merupakan keluarga baru maupun masyarakat urban dengan kebutuhan hunian riil dan profil finansial lebih matang.

VP of Marketing Rumah123 Firman Pamungkas menambahkan bahwa dinamika suku bunga cenderung memengaruhi durasi pertimbangan konsumen dalam mengambil keputusan pembiayaan daripada membatalkan rencana pembelian rumah.

Ketika suku bunga meningkat, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah.

Yang lebih sering terjadi adalah mereka memperpanjang fase pertimbangan, melakukan lebih banyak simulasi pembiayaan, dan menjadi lebih selektif dalam menentukan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan cicilan mereka.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen untuk Stabilkan Rupiah

Perubahan bunga perlu dibaca sebagai perilaku konsumen yang semakin hati-hati.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru