>>> Cegah Perundungan di Sekolah Lewat Diskusi Berbasis Pertanyaan
Situasi pelik ini memaksa para produsen untuk lebih memprioritaskan perakitan model kelas atas. Segmen high-end tersebut dinilai mampu menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih besar bagi perusahaan.
Dampaknya, ketersediaan stok untuk kartu grafis kelas menengah di pasar global menjadi semakin menipis. Kelangkaan pasokan inilah yang kemudian mendongkrak harga jual eceran ke konsumen.
Tren Kenaikan Harga Diprediksi Bertahan Lama
Tren kenaikan harga pada segmen kartu grafis kelas menengah ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini disebabkan oleh harga memori global yang belum menunjukkan tanda penurunan.
Meski begitu, laporan industri mengindikasikan bahwa lonjakan harga pada varian mid-range tidak akan sekelam segmen atas. Kenaikan diproyeksikan tidak sampai melebihi 110 persen dari harga resmi.
Permintaan chip memori untuk sektor kecerdasan buatan diprediksi tetap berada di level tertinggi.
Di sisi lain, belum ada indikasi bahwa harga pasar untuk VRAM akan kembali normal dalam jangka pendek.
Bagi kalangan gamer, situasi pasar saat ini membuat keputusan untuk melakukan pembaruan komponen PC menjadi semakin sulit dilakukan.
Pilihan produk di pasar kini menjadi sangat terbatas.
Kartu grafis segmen bawah dinilai sudah tidak memadai lagi untuk menjalankan mayoritas game modern.
Sementara itu, varian kelas atas semakin sulit dijangkau oleh konsumen karena harganya yang terus melambung tinggi.
Kondisi ini membuat lini kartu grafis kelas menengah kehilangan daya tariknya.
>>> William Saliba Dipastikan Fit Bela Prancis di Piala Dunia 2026
Padahal, segmen tersebut sebelumnya menjadi pilihan utama konsumen karena harganya yang stabil dan cenderung aman dari fluktuasi pasar.