Anderson masih terikat kontrak dengan Nottingham Forest hingga Juni 2029. Kendati demikian, banyak pihak meyakini ia akan meninggalkan City Ground pada musim panas ini.
>>> Pemerintah Targetkan Belanja Negara 2027 Capai 14% PDB
Faktor Fernandes dan Jejak Wilcox
Nama Mateus Fernandes juga terus dipertimbangkan MU. Gelandang Portugal berusia 21 tahun itu tidak masuk skuad negaranya untuk Piala Dunia 2026.
Saat masih membela West Ham di Premier League, Fernandes menerima gaji sekitar 70 ribu paun per pekan.
Namun, setelah West Ham terdegradasi bulan lalu, penghasilannya disebut turun hingga 50 persen.
Kondisi tersebut membuat paket gaji yang dibutuhkan Fernandes dianggap lebih sesuai dengan struktur pengeluaran yang diinginkan Ratcliffe. Ketertarikan Jason Wilcox terhadap Fernandes juga bukan tanpa alasan.
Saat Fernandes bergabung dengan Southampton pada Agustus 2024, Wilcox masih menjabat direktur sepak bola klub tersebut.
Setahun kemudian, ketika Fernandes pindah ke West Ham, proses perekrutannya ditangani Kyle Macaulay yang saat itu menjabat kepala perekrutan klub.
Setelah Graham Potter dipecat pada Oktober lalu, Macaulay meninggalkan West Ham dan kini bekerja di MU sebagai kepala pencari bakat senior.
Selain Anderson dan Fernandes, MU memantau gelandang Brighton, Carlos Baleba.
Akan tetapi, Brighton meyakini pemain Timnas Kamerun berusia 22 tahun itu akan tetap bertahan di Stadion Amex untuk musim depan.
Sementara itu, kepergian Casemiro pada musim panas ini membuat opsi MU di lini tengah makin berkurang.
Gelandang asal Brasil tersebut diperkirakan akan melanjutkan karier bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).
Meski begitu, proses transfer itu belum sepenuhnya mulus.
LA Galaxy masih memegang discovery rights atas Casemiro sehingga Inter Miami harus mencapai kesepakatan kompensasi dengan klub asal Los Angeles tersebut sebelum transfer dapat diselesaikan.
Selain itu, Inter Miami saat ini belum memiliki slot designated player yang kosong untuk mengakomodasi tuntutan gaji Casemiro.
>>> Polda Metro Jaya Koordinasi Kasus Penganiayaan Warga Brunei di Blok M
Meski menghadapi dua hambatan tersebut, para petinggi Inter Miami tetap yakin kesepakatan bisa dicapai dalam waktu dekat.