Keributan hinga Penganiayaan Warnai PBAK UINSA Hari Pertama, Berikut Kronologinya

Keributan hinga Penganiayaan Warnai PBAK UINSA Hari Pertama, Berikut Kronologinya

Keributan di UINSA-mediasolidaritas.com-

SINERGIANEWS.com - Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang seharusnya berjalan damai dan tertib, nyatanya harus terjadi insiden keributan hingga erujung penganiayaan pada PBAK Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya 2022 di kampus A. Yani.

Seperti dilansir Redaksi.co.id dari Mediasolidaritas.com, sempat terjai miskomunikasi antara panitia PBAK Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan panitia pusat dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA pada Kamis (1/9).

Baca juga: Jadwal Tayang Sinetron Takdir Cinta Yang Kupilih Serta Daftar Pemain dan SInopsis Jalan Cerita Episode Awal

Kronologi peristiwa tersebut diawali dengan mahasiswa baru dari FTK yang menempati tribun atas sebelah kiri bangunan Sport Centre yang seharusnya ditempati oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Karena adanya hal tersebut, sempat terjadi keributan antara panitia FTK dengan panitia lain. Selang beberapa saat, keributan tersebut dilerai oleh beberapa panitia lain di tempat.

Menurut Wakil Presiden Mahasiswa UINSA Mas’udi untuk penempatan mahasiswa baru di Sport Centre sudah dikonsep dari awal. Akan tetapi, dari FTK tidak pernah mengikuti gladi bersih sehingga terjadilah miskomunikasi.

“Ini terjadi karena FTK tidak pernah mengikuti gladi bersih PBAK,” ujar mahasiswa asal FSH tersebut.

Selain itu, pihak FTK menganggap tribun atas adalah tempat yang strategis bagi mereka ditambah lagi mereka membawa alat musik sejenis drum.

“Mungkin mereka (pihak panitia FTK, red) merasa nyaman di atas, apalagi mereka juga membawa alat musik,” lanjutnya.

Di sisi lain menurut koordinator lapangan dari FTK menjelaskan, bahwa dari pihak mereka baru mendapatkan informasi mengenai pemetaan tempat mahasiswa baru di hari ini (hari pertama PBAK, red)

“Saya tidak tahu mengenai ploting tempat mahasiswa, ini hanya masalah teknis biasa,”papar anggota DEMA FTK Naufaldi.

Sumber:

BERITA TERKAIT

sasas

UPDATE TERKINI