PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) telah memulai penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Perusahaan melepas sebanyak 522,9 juta saham baru.
Penawaran saham ini berada dalam rentang harga Rp100 hingga Rp120 per saham. Langkah ini diharapkan dapat membidik dana segar maksimal mencapai Rp62,748 miliar.
>>> UBS Prediksi Indeks FTSE 100 London Capai 11.000 Akhir 2026
Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.
Sebanyak 36,603 juta saham dialokasikan untuk program Employee Stock Allocation (ESA) bagi karyawan yang memenuhi syarat.
Alokasi Dana Hasil IPO
Seluruh dana yang berhasil dihimpun, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama perusahaan.
Kebutuhan tersebut meliputi pelunasan sebagian fasilitas kredit bank, belanja modal (capital expenditure), dan modal kerja.
>>> Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Turun 18 Juni 2026
Sebesar Rp35,67 miliar dari dana IPO akan digunakan untuk melunasi pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk. Sekitar 28,92 persen dana dialokasikan untuk pembelian mesin, peralatan kalibrasi, perangkat lunak, kendaraan, serta pengembangan fasilitas produksi.
Sisa dana sekitar 8,51 persen akan digunakan sebagai modal kerja operasional, termasuk untuk pembelian bahan baku, pengembangan produk, dan kegiatan pemasaran.
Perusahaan mencatat risiko utama yang dihadapi adalah tingginya ketergantungan terhadap belanja pemerintah di sektor kesehatan. Potensi rendahnya likuiditas saham setelah pencatatan di bursa juga menjadi catatan risiko investasi.
>>> Delapan Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak di Kebayoran Lama
Prodia Diagnostic Line menjadwalkan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026. Calon investor dapat melakukan pemesanan saham melalui sistem e-IPO.