⌂ Beranda News BPS Resmi Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026

BPS Resmi Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026

BPS Resmi Mulai Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026
Petugas BPS melakukan pendataan Sensus Ekonomi 2026
A A Ukuran Teks16px

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara langsung ke rumah warga sejak Senin, 15 Juni 2026.

Pendataan massal ini dijadwalkan berlangsung selama dua setengah bulan hingga 31 Agustus 2026.

>>> Komisi III DPR Terima Aduan 1.286 Korban Penipuan Travel Umrah Hanania

Pencanangan SE2026 digelar di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa, 17 Juni 2026.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen kepala daerah di Kepulauan Riau yang menerbitkan Surat Edaran dukungan sensus.

Provinsi tersebut menjadi wilayah kedua yang dikunjungi langsung oleh Kepala BPS RI setelah pencanangan perdana di Sulawesi Selatan pada Rabu, 10 Juni 2026.

"Sensus ekonomi hadir untuk mengasah permata biru (Kepulauan Riau) di gerbang utara Indonesia," ujar Amalia.

Amalia memaparkan bahwa Kepulauan Riau menorehkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

Catatan tersebut menempatkan provinsi ini di peringkat kelima tertinggi secara nasional, sehingga akurasi data menjadi sangat krusial.

"Syarat sensus ekonomi dikatakan sukses ada dua, yaitu cakupan dan juga kualitas data," kata Amalia.

Pimpinan BPS tersebut juga mengimbau masyarakat untuk kooperatif melalui pesan TIR, yakni Terima petugas, Isi data secara benar, dan Rahasia terjaga.

Petugas di lapangan diinstruksikan bekerja profesional agar tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan.

"Tahun ini menjadi momentum penting bagi kita untuk mendata secara lengkap seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia, termasuk yang ada di wilayah Bapak dan Ibu," kata Amalia.

Dalam tinjauannya mengenai dinamika regional, Amalia menguraikan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan memegang peranan krusial sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Pulau Sulawesi dengan porsi mencapai 43,54 persen.

>>> Penyebab Motor Listrik Terbakar saat Pengisian Daya, Jangan Sepelekan

Pada triwulan I-2026, mayoritas daerah di sana tumbuh di atas 6 persen.

"Potensi tersebut perlu terus didorong dan dikembangkan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru