Ensign InfoSecurity bersama iCIO Community meluncurkan program pelatihan simulasi krisis siber bertajuk "From Threat to Action: Cyber Simulation Experience" pada Kamis (18/6/2026).
Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan krisis dan pengambilan keputusan para pemimpin teknologi senior saat menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.
>>> BAIC Indonesia Siap Rakit Lokal SUV Hybrid BJ30 HEV
Melalui simulasi, peserta dihadapkan pada skenario nyata mulai dari deteksi gangguan, penahanan, respons, pemulihan, hingga pengelolaan komunikasi pemangku kepentingan.
Kebutuhan terhadap kesiapan praktis ini dinilai semakin mendesak karena ancaman siber di kawasan Asia Pasifik yang kian kompleks.
Laporan Ensign Cyber Threat Landscape 2025 mencatat adanya kolaborasi terkoordinasi antara kelompok ransomware, Initial Access Brokers, dan hacktivist yang memicu serangan canggih dan terarah.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada April 2026 melaporkan adanya 5,5 miliar serangan siber sepanjang tahun 2025, dan jumlah tersebut diproyeksikan terus meningkat pada tahun 2026.
Pentingnya Simulasi dalam Pengambilan Keputusan
Pihak penyelenggara menekankan bahwa pelatihan ini krusial karena momen paling berbahaya justru muncul saat pengambilan keputusan di tengah tekanan insiden nyata.
"Momen paling berbahaya dalam sebuah krisis siber jarang terjadi pada saat serangan itu sendiri.
Momen tersebut adalah ketika para pemimpin harus mengambil keputusan berdampak besar tanpa pernah berlatih menghadapinya," kata Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia Adithya Nugraputra.
>>> Honor X80 Pro Max Meluncur 22 Juni 2026, Bawa Layar 10.000 Nits dan Baterai 11.000 mAh
Program ini memberikan ruang bagi para petinggi teknologi untuk menguji respons mereka terhadap aspek teknis maupun nonteknis, seperti keberlangsungan bisnis dan regulasi, sebelum menghadapi ancaman yang sebenarnya.
"Pelatihan simulasi ini memberikan kesempatan kepada para pemimpin teknologi Indonesia untuk berlatih mengalami langsung tekanan sebuah insiden nyata dan mempertajam respons mereka sebelum serangan sesungguhnya terjadi," ujar Adithya.
Koordinator Divisi Partnership iCIO Community Periode 2024-2026 sekaligus panelis, Benedict Sulaiman, mengatakan bahwa para CIO Indonesia saat ini dituntut untuk melakukan lebih dari sekadar memahami teknologi.
"Mereka harus mampu memimpin organisasinya melewati krisis siber secara langsung," kata Benedict.
Pengalaman langsung melalui simulasi krisis ini dinilai memberikan dampak pembelajaran yang jauh lebih efektif dibandingkan dengan metode edukasi konvensional.
"Simulasi ini menempatkan para pemimpin kami tepat di jantung krisis tersebut dan menantang mereka untuk merespons, dan itu adalah jenis pengalaman nyata yang tidak dapat diberikan oleh konferensi atau diskusi panel mana pun," ujar Benedict.
Inisiatif dari Ensign InfoSecurity ini berbasis pada intelijen ancaman dan pengalaman respons insiden untuk mendukung ketahanan siber nasional.
>>> Petugas Damkar Evakuasi Dua Wanita Terjebak Lift Hotel di Bogor
Bagi iCIO Community, program ini menjadi bagian dari agenda edukasi dan pertukaran pengetahuan berkala untuk membangun kepercayaan diri para anggotanya dalam memimpin organisasi saat krisis terjadi.
