Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyoroti fluktuasi cepat harga cabai yang memerlukan pengelolaan rantai pasok hulu hingga hilir secara baik.
Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan panen di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada Senin (15/6/2026).
>>> Wali Kota Semarang Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Akurat
Menurut Hanif, pengawasan ketat terhadap pergerakan komoditas pangan penting untuk melindungi kesejahteraan petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Kestabilan harga jual di tingkat konsumen juga harus dipastikan sejalan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP).
"Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam," kata Hanif dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Pemerintah pusat terus memantau perubahan nilai jual komoditas hortikultura ini secara intensif untuk mengantisipasi gejolak pasar yang merugikan petani.
Koordinasi lintas sektor diperkuat demi kelancaran distribusi pasokan dari daerah sentra produksi ke wilayah konsumen.
>>> Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen Demi Stabilitas Rupiah
"Informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan," ujar Hanif.
Hanif juga menyoroti karakteristik tanaman cabai yang sensitif terhadap cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi berisiko memicu pembusukan buah di lahan.
Sebagai langkah strategis, area budidaya Kelompok Tani Gawi Bersama di Desa Tawia diusulkan masuk dalam Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Program ini dirancang untuk mengamankan stok dan mengendalikan harga pangan pokok. Rencana pengembangan diproyeksikan memperluas areal tanam hortikultura hingga 20 hektare.
Saat ini, kelompok tani setempat baru mengoptimalkan lahan seluas 5 hektare untuk penanaman cabai.
>>> China Rilis Buku Putih untuk Reformasi Tata Kelola Global yang Lebih Adil
"Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini," tutup Hanif.