Polda Metro Jaya mengungkapkan dugaan penipuan perjalanan haji dan umrah oleh PT Hasanah Tama International atau Hanania Group (Hanania Travel) merugikan jemaah hingga Rp 95,22 miliar.
Hal itu disampaikan dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (18/6/2026).
>>> Polwan Polda Metro Jaya Amankan Aksi di Monas dengan Pendekatan Humanis
Pihak kepolisian menyatakan jumlah kerugian tersebut masih berpotensi bertambah seiring bertambahnya laporan dari para korban yang gagal berangkat.
Berdasarkan data penyidikan awal, nilai kerugian dari jemaah yang belum mendapatkan pengembalian dana atau refund tercatat sebesar Rp 27,52 miliar.
"Prakiraan awal terhadap dugaan jumlah kerugian yang saat ini berdasarkan hasil penyidikan kami sekitar Rp 95,22 miliar.
Sementara kerugian yang teridentifikasi dari jemaah yang belum menerima refund mencapai Rp 27,52 miliar," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin.
Pernyataan itu disampaikan saat rapat dengar pendapat (RDP) dan rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR dan korban Hanania Travel.
Korban Terus Bertambah
Pihak kepolisian membuka layanan pengaduan karena diperkirakan masih banyak korban yang belum terdata secara resmi.
Total korban diproyeksikan bisa mencapai sekitar 3.000 orang berdasarkan pendataan mandiri yang dilakukan oleh pihak korban sendiri.
"Dengan potensi kerugian yang memungkinkan nilai tersebut masih lebih besar lagi karena dari layanan pengaduan yang kami buka, korban terus bertambah sebagaimana tadi disampaikan juga oleh kuasa dari para korban bahwa kemungkinan penambahan korban ribuan ini sangat berpotensi sampai dengan kurang lebih 3.000 yang tadi," ujar Iman.
Data penyidikan sementara menunjukkan ada 1.479 jemaah yang gagal berangkat umrah, dengan 1.021 jemaah di antaranya mengajukan refund.
>>> Pabrik Sepatu Nike di Bandung Rumahkan 4.000 Pekerja Imbas Hambatan Pasokan
Dari total pengajuan tersebut, 807 jemaah belum menerima uang kembali, 178 jemaah baru menerima sebagian, dan hanya 36 jemaah yang mendapat pengembalian penuh, sementara 458 jemaah memilih menjadwalkan ulang keberangkatan.