⌂ Beranda News Mentan Amran Minta Polisi Kawal Harga TBS Sawit

Mentan Amran Minta Polisi Kawal Harga TBS Sawit

Mentan Amran Minta Polisi Kawal Harga TBS Sawit
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta polisi kawal harga TBS sawit
A A Ukuran Teks16px

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta bantuan Kepolisian RI untuk mengawal ratusan pabrik kelapa sawit agar menaikkan harga beli tandan buah segar (TBS) yang sempat anjlok.

Permintaan itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta untuk Liga 2026/2027

Langkah tegas diambil setelah terjadi anomali penurunan harga TBS pascapengumuman aturan ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Intervensi pemerintah berhasil menekan jumlah perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS dari 274 perusahaan pada pekan lalu menjadi tersisa 130 dari total 1.900 perusahaan.

"Tapi kami sampaikan yang 274 kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Ditkrimsus ditindaklanjuti," ungkap Amran.

Penerbitan surat instruksi ke kepolisian diklaim efektif memangkas jumlah korporasi yang belum patuh dalam menaikkan harga komoditas petani.

"Dengan surat itu, tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS," lanjutnya.

Menteri Pertanian memproyeksikan harga TBS akan kembali pulih dalam waktu satu pekan ke depan dan menjamin sistem ekspor baru tidak merugikan sektor hulu.

>>> Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi El Nino Godzilla

"Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insyaallah ke depan dengan satu pintu ini harga TBS ke depan lebih baik," ujar Amran.

Kondisi pasar saat ini dinilai tidak rasional karena penurunan harga TBS justru terjadi di tengah momentum lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) global dan penguatan dolar AS.

"Saya katakan kepada beliau ini anomali. Harga CPO dunia naik, dolar menguat kurang lebih 10%, harga CPO naik tetapi harga TBS turun.

Ini tidak masuk akal," ujar Amran.

Pemerintah mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pabrik kelapa sawit di Indonesia agar tidak memanipulasi harga demi melindungi jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor ini.

"Nah ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta.

>>> Israr Megantara Resmi Gabung Klub Polandia Widzew Lodz Futsal

Kita harus, Bapak Presiden arahkan berpihak pada petani-petani plasma sawit," kata Amran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru