⌂ Beranda News BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Jaga Stabilitas Rupiah

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Jaga Stabilitas Rupiah

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen, Jaga Stabilitas Rupiah
Gedung Bank Indonesia di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk memperkuat ketahanan nilai tukar rupiah.

>>> Kemdiktisaintek Siapkan Rp650 Miliar untuk Bantuan Operasional PTS

Langkah tersebut merupakan strategi antisipatif di tengah tingginya ketidakpastian pasar global. Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menilai kebijakan ini sebagai bentuk front-loading terhadap arah suku bunga Amerika Serikat.

"Dengan rumor The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, BI memilih bergerak lebih dulu agar tidak terlambat. Jika tidak, risiko capital outflow akan semakin sulit dikendalikan," ujar Tauhid.

Kenaikan BI Rate juga didorong oleh tren penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Penurunan tersebut berpotensi mengurangi minat investor terhadap instrumen keuangan domestik.

"Yield SBN sempat turun dan itu mengurangi minat pasar.

>>> BGN Hentikan Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah

Salah satu caranya adalah menaikkan BI Rate agar yield SBN tetap menarik sehingga bisa mendorong aliran modal masuk," jelas Tauhid.

Kondisi pasar saham dalam negeri juga masih tertekan aksi jual investor asing. Tauhid mencatat net outflow di pasar saham sudah mencapai lebih dari Rp 90 triliun.

"Untuk membalikkan keadaan itu membutuhkan waktu yang tidak singkat, sehingga perlu dikompensasi dengan sumber dana masuk dari instrumen lain, salah satunya melalui kenaikan BI Rate," katanya.

Langkah pengetatan moneter ini dinilai semakin mendesak karena surplus neraca perdagangan mulai menyusut. Sementara kebutuhan pembiayaan eksternal masih cukup besar.

>>> BI Perpanjang Keringanan Kartu Kredit hingga Desember 2026

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan prospek pertumbuhan ekonomi tetap terjaga meski suku bunga naik. Hal ini didukung kuatnya permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru