Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Kamis (18/6/2026).
Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara.
>>> Bold Riders Dukung Gresini Racing, Bawa Semangat Motor Indonesia ke MotoGP
Redamnya ketegangan tersebut berpotensi memicu pembukaan kembali Selat Hormuz serta pelonggaran sanksi terhadap Iran. Hal ini diperkirakan akan menambah pasokan minyak mentah di pasar global.
Dampak Kesepakatan terhadap Pasar Minyak
Nilai minyak mentah Brent merosot 1,85 dollar AS atau 2,33 persen ke level 77,69 dollar AS per barrel.
Ini merupakan posisi terendah sejak 27 Februari 2026.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga jatuh 1,89 dollar AS atau 2,46 persen menjadi 74,90 dollar AS per barrel.
Pasar merespons positif nota kesepahaman 14 poin antara AS dan Iran yang diproyeksikan meningkatkan pasokan minyak mentah global.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menghilangkan premi risiko besar yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat gangguan aliran minyak global.
Dalam kesepakatan awal, Iran mengizinkan pelayaran bebas hambatan di Selat Hormuz selama masa negosiasi 60 hari. Targetnya adalah operasi kapasitas penuh dalam 30 hari ke depan.
>>> Babak Pertama Piala Dunia 2026: Meksiko dan Korea Selatan Berakhir Imbang Tanpa Gol
Meskipun demikian, pembahasan isu krusial seperti program nuklir Iran masih ditunda.
Kesepakatan ini mensyaratkan AS dan mitranya menyusun paket pendanaan senilai 300 miliar dollar AS untuk mendukung ekonomi Iran.
Bank investasi Goldman Sachs memproyeksikan ekspor minyak negara-negara Teluk kembali ke tingkat sebelum perang pada akhir Juli 2026.
Pemulihan produksi penuh diperkirakan terjadi pada Oktober mendatang.
Sementara itu, BNP Paribas memperkirakan harga minyak tidak akan kembali ke level sebelum konflik.
Angka 75 dollar AS per barrel dinilai sebagai batas bawah yang relatif kuat karena tingginya permintaan.
>>> Mensos Lantik Delapan Pejabat Baru, Tekankan Integritas dan Program Prioritas
Di belahan dunia lain, ketegangan geopolitik tetap terjadi menyusul serangan drone Ukraina yang menghantam kilang minyak di ibu kota Rusia untuk kedua kalinya dalam pekan ini.