Pemerintah menggelar program bongkar ratoon tebu secara serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk memacu produktivitas tebu nasional.
Kegiatan bertajuk Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon ini bertujuan mempercepat swasembada gula nasional. Selain itu, program ini diharapkan mendongkrak kesejahteraan petani melalui perbaikan hasil panen.
>>> Kurs Dolar AS 19 Juni 2026 Menguat ke Level Rp 17.818
Peremajaan menyasar tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun.
Dengan program ini, hasil panen diharapkan meningkat, kualitas bahan baku tebu lebih baik, dan efisiensi usaha tani optimal.
Upaya pembenahan sektor perkebunan tidak hanya fokus pada peremajaan tanaman. Program ini juga mencakup distribusi bibit unggul dan penerapan teknik budidaya modern.
Kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Kuntoro Boga Andri, dan Bupati Malang Sanusi.
Sinergi berbagai pihak menjadi kunci sukses program intensifikasi lahan perkebunan.
PT SGN selaku bagian dari Holding BUMN Pangan PTPN Group berkomitmen mengawal peningkatan produksi gula nasional.
"Panen dan tanam tebu serentak ini merupakan bagian dari upaya PT SGN dalam memperkuat produktivitas lahan, meningkatkan kualitas bahan baku, dan mendukung target swasembada gula nasional," kata Kuntoro Boga Andri.
Perusahaan menekankan integrasi kerja yang solid antara pemerintah, badan usaha, dan kelompok tani merupakan landasan fundamental.
>>> Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Fans Cristiano Ronaldo Usai Portugal Imbang
"Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi fondasi utama untuk membangun industri gula yang lebih kuat dan berdaya saing," ujar Kuntoro.
Manajemen perusahaan yakin restrukturisasi tanaman tebu akan berdampak masif bagi ketahanan pangan.
"Kami optimistis program bongkar ratoon akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas tebu dan mendukung keberlanjutan industri gula nasional," kata Kuntoro.
Transformasi sektor pergulaan domestik tidak hanya berorientasi pada kuota produksi. Kebijakan ini juga berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan taraf hidup petani.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan peran krusial wilayahnya dalam menyuplai kebutuhan tebu nasional. Peningkatan kapasitas produksi secara kontinu diperlukan agar provinsi ini tetap menjadi penopang utama kebutuhan pangan.
"Program bongkar ratoon yang dilaksanakan hari ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sektor pergulaan nasional melalui peremajaan tanaman, penggunaan bibit unggul, dan penerapan budidaya yang lebih baik," ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Pemerintah daerah berharap pola kemitraan strategis antara instansi pemerintah, PT SGN, dan petani tebu dapat berjalan berkelanjutan.
>>> Jakarta ke Palembang via Tol Trans-Sumatera, Siapkan Saldo E-Toll Rp471.500
"Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, PT SGN, dan petani dapat semakin mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," kata Khofifah.