Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Apple dan Intel telah mencapai kesepakatan untuk merancang dan memproduksi chip di AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat.
>>> Harga XRP 19 Juni 2026 Turun 3,11 Persen ke 1,14 Dolar AS
"Apple telah setuju untuk bekerja sama dengan Intel dalam merancang dan membangun chipnya di AS," tulis Trump.
Dalam unggahan terpisah, ia juga menegaskan dukungannya terhadap Intel demi memprioritaskan produksi komponen teknologi mutakhir tersebut agar dapat berjalan sepenuhnya di dalam negeri.
"Saya memutuskan membantu Intel karena kita perlu merancang dan membangun chip kita di Amerika," kata Trump. Langkah ini disebut sebagai upaya menekan ketergantungan semikonduktor luar negeri.
Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Apple maupun Intel terkait pernyataan kerja sama tersebut.
Outlet media CNBC melaporkan belum mendapat respons dari Intel, Apple, Gedung Putih, serta Kantor Perwakilan Taipei di Inggris.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Apple telah memulai produksi uji coba terbatas dengan Intel sejak Mei 2026.
>>> Kawasaki Luncurkan KLX150 XPL di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Namun, kemitraan ini diperkirakan hanya untuk memproduksi chip generasi lama atau gawai non-flagship seperti iPad Pro, MacBook Air, dan iPhone model standar.
Menurut laporan AppleInsider, penuhnya kapasitas produksi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) akibat lonjakan permintaan chip AI oleh Nvidia memicu Apple mencari alternatif pasokan.
Kelangkaan pasokan ini sempat menunda peluncuran beberapa produk Mac terbaru.
Pernyataan Trump langsung mendorong respons positif pasar.
Saham Intel naik sekitar 8,8 persen dan saham Apple naik sekitar 0,6 persen pada perdagangan pra-pasar, menurut laporan CNBC.
>>> Meksiko Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan
Hal ini memperkuat upaya Intel menghidupkan kembali bisnis manufaktur chip mereka.