Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara resmi menutup pameran West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 yang diselenggarakan di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung pada Jumat (19/6/2026).
Acara yang digagas oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat bersama mitra serta pelaku usaha ini memfokuskan pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan komoditas lokal untuk pasar global.
>>> Doom Spending Melanda Generasi Muda Indonesia Akibat Tekanan Ekonomi
Fokus pada Kopi, Teh, dan Kakao
WIITEX 2026 mengusung tema 'The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future'.
Tema ini dinilai relevan dengan arah pengembangan ekonomi Jawa Barat yang menitikberatkan pada kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah komoditas unggulan.
Erwan Setiawan menekankan peran strategis komoditas kopi, teh, dan kakao dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya hilirisasi dan penguatan merek menjadi kunci utama untuk memperluas pasar ekspor.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya mengoptimalkan potensi lahan lokal, termasuk lahan Perhutani dan lahan tidur masyarakat, untuk meningkatkan daya saing produk di kancah internasional.
Pengurangan ketergantungan pada bahan baku impor juga menjadi prioritas.
>>> BAIC Indonesia Siap Luncurkan Mobil Listrik Arcfox T1, Tanggapi Kemiripan Nama
Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran ini berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp 25,09 miliar atau sekitar US$ 1,4 juta.
Angka ini merupakan gabungan dari kegiatan ekspor, business matching, dan lelang komoditas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyatakan bahwa tingginya minat terhadap teh premium asal Jawa Barat menjadi pendorong utama nilai transaksi.
Komoditas ini diminati baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar ekspor.
Partisipasi internasional juga meningkat, dari 11 menjadi 14 negara, dengan 80 pembeli dan penjual terlibat aktif secara hibrida dalam agenda penandatanganan kerja sama bisnis.
>>> Kanada Bungkam Qatar 6-0, Laga Diwarnai Ketegangan dan Kartu Merah
Hasil positif ini memberikan optimisme bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat agar pelaku usaha lokal terus meningkatkan standar mutu untuk memenuhi preferensi pasar global yang semakin berfokus pada aspek kesehatan.