⌂ Beranda › News › Bapanas Salurkan 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Sepanjang 2023-2025
News

Bapanas Salurkan 7,7 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Sepanjang 2023-2025

Ilustrasi beras dalam karung
Ilustrasi beras dalam karung
A A Ukuran Teks16px

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mendistribusikan sebanyak 7,7 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada masyarakat sepanjang tahun 2023 hingga 2025.

Penyaluran ini dilakukan melalui berbagai program intervensi pangan, memanfaatkan stok yang tersimpan di gudang Perum Bulog.

Rincian Penyaluran per Tahun

Pada tahun 2023, volume penyaluran mencapai 2,76 juta ton.

Rinciannya meliputi bantuan pangan 1,49 juta ton, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras 1,18 juta ton, golongan anggaran 87.500 ton, dan tanggap darurat 2.300 ton.

Tahun 2024 mencatat distribusi tertinggi sebesar 3,37 juta ton.

Angka tersebut terdiri dari bantuan pangan 1,97 juta ton, SPHP beras 1,4 juta ton, dan tanggap darurat 442 ton.

Pada tahun 2025, total penyaluran mencapai 1,62 juta ton, dengan rincian SPHP beras 802.900 ton, bantuan pangan 710.780 ton, golongan anggaran 92.100 ton, dan tanggap darurat 13.160 ton.

Komitmen Pemerintah dalam Ketahanan Pangan

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyatakan bahwa pemerintah konsisten menyalurkan stok CBP melalui berbagai program.

Distribusi menyasar sektor krusial, termasuk wilayah terdampak bencana alam. Program SPHP beras dan bantuan pangan menjadi andalan untuk menjangkau jutaan penerima.

Manajemen pengelolaan pangan akan berlanjut pada tahun 2026, seiring upaya peningkatan penyerapan gabah dan beras oleh Perum Bulog di tingkat hulu.

Hingga 18 Juni 2026, realisasi penyaluran dari pagu anggaran tahun 2026 telah mencapai 946.800 ton.

Volume ini terdiri dari bantuan pangan beras 550.100 ton, SPHP beras 348.500 ton, golongan anggaran 36.800 ton, dan tanggap darurat 11.300 ton.

Otoritas terkait menyepakati perpanjangan durasi penyaluran bantuan pangan selama tiga bulan pada paruh kedua tahun 2026.

Keputusan ini didukung stok beras di gudang Bulog per 18 Juni 2026 yang mencapai 5,2 juta ton.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan ketahanan pangan nasional saat ini sangat aman. Ia menyebut Indonesia sudah swasembada dan tidak perlu impor beras.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru