Marc Marquez mengungkapkan bahwa faktor utama kecelakaan di tikungan pertama setelah start adalah ulah pebalap itu sendiri, bukan teknologi start device.
Pebalap Ducati Lenovo Team itu menjelaskan bahwa tingginya frekuensi prosedur start sepanjang akhir pekan balapan menjadi pemicu terbesar insiden tersebut.
>>> Swiss dan Bosnia Berebut Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
Pandangan ini berbeda dengan anggapan umum yang menyalahkan start device sebagai penyebab rentetan kecelakaan di tikungan pertama dalam beberapa musim terakhir.
Sistem start device mulai diterapkan di MotoGP sejak 2019. Alat ini menurunkan posisi suspensi saat start untuk memaksimalkan akselerasi motor.
Namun, pebalap dituntut menerapkan karakter pengereman berbeda di tikungan pertama agar sistem kembali normal dan motor bisa berbelok dengan baik.
"Bagi saya front device atau rear device bukan masalah utamanya," kata Marquez dikutip dari Crash, Jumat (19/6/2026).
"Masalah terbesar adalah pada hari Minggu saat kami tiba di tikungan pertama, itu sudah menjadi start keempat yang kami lakukan karena ada dua kali practice start di FP1, lalu Sprint Race, dan balapan utama," ujarnya.
Marquez menguraikan bahwa semakin sering pebalap melakukan latihan start, tingkat kepercayaan diri untuk mengerem di titik yang sama akan melonjak hingga mendekati batas kemampuan motor.
Situasi tersebut berimbas pada semakin sempitnya ruang bagi pebalap untuk melakukan koreksi jika terjadi kekeliruan.
"Biasanya pebalap pertama yang menentukan titik pengereman.
Saat Anda sudah melakukannya untuk keempat kali, Anda sudah hafal titik pengereman dan sudah berada di batas," katanya.
"Saya ingat dulu, hari Minggu adalah pertama kalinya kami tiba di sana dan pebalap pertama biasanya mengerem dua atau tiga kali karena tidak ingin melebar di tikungan," ujar Marquez.
Evaluasi Keselamatan di Tikungan Pertama
Evaluasi terhadap keamanan momen start kembali mencuat menyusul insiden besar di tikungan pertama MotoGP Hungaria.
>>> IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 6.177 Saat Bursa Asia Lesu