Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi ajang belajar bagi dua penggawa Timnas Indonesia, Saddil Ramdani dan Marc Klok.
Keduanya tidak hanya fokus pada tim favorit, tetapi juga menikmati pertandingan lain yang menyajikan kualitas tinggi.
>>> 4 Rekor Baru Lionel Messi Usai Hattrick di Piala Dunia 2026
Saddil Ramdani mengaku selalu menyempatkan diri menonton pertandingan saat memiliki waktu luang. Menurutnya, setiap negara memiliki karakter permainan berbeda yang bisa menjadi pelajaran berharga.
"Saya sebenarnya menikmati semua pertandingan. Kalau ditanya menjagokan siapa, saya suka tim-tim yang bermain kolektif dan berani menyerang," ujar Saddil.
Bagi Saddil, hal terpenting bukan hanya hasil akhir, melainkan kualitas permainan yang ditampilkan di lapangan.
"Bagi saya adalah melihat pertandingan yang berkualitas dan bisa jadi pembelajaran juga buat pemain," tegasnya.
Saddil menilai turnamen ini merupakan panggung terbaik untuk mempelajari berbagai aspek sepak bola modern, mulai dari strategi pelatih hingga mentalitas pemain saat menghadapi tekanan besar.
>>> AS Hadapi Australia di Grup D Piala Dunia 2026, Perebutan Puncak Klasemen
"Dari situ kami bisa belajar banyak, baik dari sisi taktik maupun mentalitas pemain," tambahnya.
Marc Klok Dukung Belanda dan Rencana Nonton Langsung
Berbeda dengan Saddil, Marc Klok secara terbuka mendukung Belanda. Pilihan itu didasari kedekatan emosional karena ia merupakan pemain naturalisasi kelahiran Belanda.
"Soal Piala Dunia sudah pasti saya support Belanda," seloroh Marc Klok sambil tersenyum.
Meski demikian, gelandang Persib Bandung ini tetap menikmati penampilan impresif dari negara lain seperti Maroko, Prancis, dan Spanyol.
Antusiasme Klok terhadap turnamen ini mendorongnya untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion. Ia berencana terbang ke Miami dalam waktu dekat.
>>> Portugal Hadapi Kongo di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
"Saya akan datang ke Miami dan nonton juga satu pertandingan Piala Dunia langsung ke sana," tuturnya.