Persiapan Timnas Korea Selatan menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026 terganggu oleh insiden udara. Sebuah drone yang diduga mengintai sesi latihan tertutup mereka ditembak jatuh di Guadalajara, Meksiko.
Perangkat pengintai tersebut tampak saat skuad Taeguk Warriors melakukan pemanasan sebelum latihan taktik dimulai. Pemain dan jajaran pelatih yang menyadari kehadiran drone langsung melapor ke petugas keamanan.
>>> Kanada vs Qatar: Laga Penentu Grup B Piala Dunia 2026
Otoritas setempat segera bertindak dengan melibatkan Garda Nasional Meksiko untuk melacak area tersebut.
Petugas mengambil langkah tegas dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak itu hingga terhempas ke luar lapangan.
Polisi sempat berupaya mengamankan bangkai drone untuk dijadikan barang bukti penyelidikan.
Namun, dua pria yang diduga kuat sebagai operator alat tersebut berhasil mengambil perangkat lebih dulu sebelum melarikan diri.
Identitas kedua pelaku kini tengah diselidiki setelah kamera pengawas di sekitar area latihan berhasil merekam visual mereka.
Kepolisian Meksiko telah memegang bukti foto dan video, namun belum merilisnya ke publik.
Boikot Media oleh Skuad Korea Selatan
Hingga saat ini, pihak berwenang belum memastikan apakah drone tersebut dikirim untuk memata-matai strategi Korea Selatan. Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) maupun manajemen timnas juga memilih bungkam.
Timnas Korea Selatan saat ini sedang memboikot interaksi dengan awak media.
>>> Trump Alihkan Fokus ke Korea Utara Usai Kesepakatan Iran
Langkah ini diambil setelah muncul ejekan dari sejumlah jurnalis mengenai masa wajib militer yang harus dijalani kapten tim, Son Heung-min.
KFA merilis surat penyesalan resmi atas perilaku tidak pantas yang dilakukan beberapa personel media di kamp pelatihan Guadalajara.
KFA menegaskan fokus utama mereka saat ini adalah melindungi mentalitas dan lingkungan internal skuad.
"Federasi Sepak Bola Korea Selatan menyampaikan penyesalan atas pernyataan tidak pantas yang disampaikan beberapa personel media selama sesi latihan tim nasional di kamp pelatihan Guadalajara," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Dengan tanggung jawab sebagai wakil Korea Selatan di panggung dunia Piala Dunia, para Taeguk Warriors berupaya memberikan yang terbaik untuk membalas dukungan dan harapan masyarakat."
"Namun, bocornya percakapan yang tidak pantas dari sejumlah pihak media di lokasi latihan baru-baru ini menimbulkan keterkejutan dan kekecewaan besar di dalam tim."
"Kami meminta pertimbangan yang lebih bijaksana serta sikap yang bertanggung jawab terhadap tim nasional dan para pemain."
>>> Swiss Hadapi Bosnia demi Amankan Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026
"Ke depan, kami akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap skuad serta berupaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi aktivitas media."
